Israel Larang Mobil Bensin dan Diesel Mulai 2030

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 17/10/2018 17:37 WIB
Isreal akan memberlakukan larangan mobil diesel dan bensin mulai tahun 2030. Ilustrasi. (Foto: Istockphoto/Mauro_grigollo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Isreal akan memberlakukan larangan mobil diesel dan bensin mulai tahun 2030. Aturan ini akan menimbulkan babak baru, yaitu munculnya mobil bertenaga listrik yang ramah lingkungan.

Menteri Infrastruktur, Energi dan Sumber Daya Air Israel, Yuval Steinitz mengatakan bahwa aturan tersebut mewajibkan sejumlah produsen mobil beralih dari pemasok mobil mesin konvensional ke tenaga listrik.

"Mulai 2030, kami tidak akan mengizinkan impor kendaraan bermesin bensin ataupun diesel ke Israel. Kami memaksa perusahaan untuk membawa mobil listrik ke Israel, dan perusahaan penyedia minyak dan bensin untuk berganti ke stasiun pengisian listrik," jelas Steinitz seperti dilansir Reuters.


Steinitz menambahkan aturan yang diharapkan bakal disahkan pada akhir tahun ini akan menjadi tantangan besar bagi produsen otomotif yang meniagakan produk-produknya kendaraan ke Israel.

"Kami sudah meyakinkan dengan mendanai pembangunan stasiun pengisian listrik, lebih dari 2.000 stasiun pengisian baru di seluruh negeri," jelas Steinitz.

Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah Israel berencana menurunkan pajak mobil listrik hingga nol persen untuk menekan harga jual mobil listrik. Wacana ini juga demi percepatan kendaraan listrik di sana.

Pemerintah Israel mengumumkan pada Agustus lalu telah menginvestasikan dana sebesar 25 juta Shekel atau sekitar Rp104 miliar untuk mendirikan jaringan pengisian kendaraan listrik yang bakal disebar di penjuru negeri.

Steinitz menyakini jika era mobil listrik akan dimulai pada 2025 mendatang, dan diprediksi mobil listrik di Israel akan menembus 1,5 juta pada tahun 2030.

Langkah Israel untuk mengakomodir kendaraan hijau ini merupakan susulan atas kebijakan Inggris, Prancis, dan China yang akan melarang penggunaan mobil konvensional pada tahun 2040.

Negara lain seperti Jerman, Denmark, Irlandia, Belanda, dan India berencana untuk menerapkan regulasi tersebut pada 2030. Sedangkan Austria dan Kosta Rika mencanangkan target lebih ambisius, yakni 2020 dan 2021. (gfs/mik)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK