Bukan hanya di Indonesia, Microsoft mendapati penjualan komputer di negara maju sekalipun seperti Korea Selatan dan Taiwan masih tak bisa lepas dari peranti bajakan.
Kendati tidak separah temuan di Indonesia, pembelian 30 komputer di Korea Selatan didapati kesemuanya (100 persen) menggunakan software bajakan. Hal yang sama juga didapat di Malaysia, Thailand, dan Vietnam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Malware juga bisa saja menjadi trojan yang diam-diam menggunakan kemampuan PC (prosesor, memori, dll) untuk menjalankan perintah dari pemilik malware. PC yang sudah dikuasai ini bisa dijadikan botnet yang diperintah untuk melakukan serangan untuk melumpuhkan situs tertentu misalnya lewat serangan DDoS.
Skenario lainnya, sumber daya PC digunakan untuk menambang bitcoin oleh pihak ketiga. Sehingga menyebabkan komputer cepat panas, terasa lambat, dan baterai cepat habis.
Lantas apakah menginstal layanan keamanan seperti anti virus atau software internet security bisa menghalau penggunaan software berbahaya ini? Ternyata tidak juga.
"Malware ini ada yang dilengkapi dengan kode agar komputer tidak mengaktifkan software-software keamanan ini ketika mereka mendekam disana," jelas Scrade.
Malware yang sudah di pasang di PC ini juga punya kesempatan untuk mengirimkan spam dan mengunduh malware lainnya di kemudian hari tanpa diketahui pengguna.
Lihat juga:Jack Ma Mengakui Pernah Membenci Bill Gates |
Lantas, apakah para pedagang ini mengetahui mereka menjual PC berisi software bajakan?
"Saya akan sangat terkejut jika mereka tidak mengetahui kalau mereka tak mengetahui hal itu," tambah Tarun Sawney, Senior Director, Business Software Alliance, organisasi advokasi yang menkampanyekan penggunaan software asli.
Percobaan ini menurut Microsoft dilakukan dengan mencoba melakukan pembelian PC bukan dari penjual resmi.
Meski demikian, persentase yang diberikan dalam studi ini menggunakan sampel yang terlalu kecil. Sehingga hasil yang diberikan terlalu generalisasi sehingga sangat mungkin terjadi bias dalam mengukur kenyataan di lapangan. (eks/evn)