Waspada 'Broadcast' WhatsApp Beri Stiker Gratis

CNN Indonesia | Jumat, 02/11/2018 18:15 WIB
Waspada 'Broadcast' WhatsApp Beri Stiker Gratis Ilustrasi (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengguna WhatsApp mesti waspada jika mendapat broadcast atau pesan berantai scam berupa tawaran yang menawarkan stiker resmi dari layanan perpesanan itu. Sebab, ini adalah pesan scam atau penipuan. Alih-alih mendapat stiker, pengguna malah akan digiring ke berbagai situs iklan, jika mengikuti seluruh prosedur yang diminta.

Peneliti keamanan dari Vaksincom Alfons Tanujaya menjelaskan jika tautan itu diklik, pengguna akan diminta untuk mengisi daftar pertanyaan dan mengirimkannya kembali tautan itu kepada 20 teman atau grup.

Ini adalah syarat yang harus dilakukan agar stiker bisa diunduh. Pengguna juga diiming-imingi bakal mendapat undian ponsel mahal jika melakukan perintah yang diminta. Cara serupa sempat digunakan juga untuk menyebarkan scam voucer McDonald yang sebelumnya marak beredar.


Namun, pada kenyataanya berapa banyak pun informasi tersebut dibagikan, pengguna tetap tidak akan mendapatkan stiker. Alih-alih, pengguna akan dibawa ke beberapa situs iklan, undian, dan pengisian survey yang pastinya akan menguntungkan bagi pembuat scam.

WhatsApp memang baru saja memberikan akses khusus bagi beberapa penggunanya untuk mendapat emoji stiker. Stiker ini bisa didapat jika pengguna sudah memperbarui aplikasi ke versi 2.18.229.

Ini adalah versi beta yang hanya diterima oleh mereka yang tergabung dalam beta tester WhatsApp. Bagi pengguna umum, saat ini versi terbaru WhatsApp di toko aplikasi saat adalah versi 2.18.327.

Tidak meratanya penyebaran fungsi stiker WhatsApp ini dimanfaatkan oleh scammer untuk melakukan penipuan. Alfons memperkirakan bahwa pembuat scam ini sengaja membuat pesan berantai ini untuk mengumpulkan data pribadi pengguna.

"Kemungkinan besar motif pembuat scam ini adalah ingin mendapatkan keuntungan finansial dari perusahaan yang sedang mengumpulkan database guna memasarkan produknya, salah satunya adalah perusahaan asuransi," paparnya dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Kamis (1/11).

Alfons menghimbau para pengguna WhatsApp agar tidak terpengaruh oleh tawaran scam tersebut dan bersabar sampai mendapat pembaruan dari WhatsApp.

Selain itu, ia juga menganjurkan agar pengguna WhatsApp tidak mudah tergiur dengan pesan broadcast serupa. Sebab, akan membahayakan perangkat pengguna jika tautan yang diberikan ternyata menyambungkan pengguna dengan situs yang digunakan untuk mencuri data pribadi atau menginfeksi perangkat dengan virus, malware, bahkan ransomware. (jef/eks)