Ketua Presidium Mafindo Septiaji Eko Nugroho menjelaskan teknologi ini akan menjadi jembatan antara situs CekFakta dan TurnBackHoaxID dengan aplikasi percakapan. CekFakta dan TurnBackHoaxID adalah kumpulan informasi berbasis data untuk mengklarifikasi berita hoaks yang tersebar di aplikasi percakapan.
"Jadi harapan ke depan ketika suatu grup diskusi, itu dia tersambung dengan data base kami, ketika ada postingan terkait hoaks itu bisa dijawab dengan sistem. Sehingga masyarakat bisa langsung diperingatkan secara sistem kalau informasi itu adalah hoaks," kata Septiaji di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta Pusat, Selasa (16/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Septiaji mengatakan saat ini teknologi masih dalam tahap uji coba. Ia mengatakan teknologi ini dinamakan Whatasapp Hoaks Buster. Ke depannya teknologi ini akan menjadi semakin otomatis dalam penelusuran mendalam untuk menganalisis struktur kata dalam berita hoaks.
Ke depannya akan kami senjatai dengan AI sehingga bisa menelusuri struktur kata untuk lebih mudah mencari jawabannya. Septiaji mengatakan saat ini Mafindo sedang melakukan komunikasi dengan pihak aplikator untuk melakukan integrasi teknologi.
Mafindo menemukan selama Juli sampai September 201 terdapat 230 berita hoaks. Platform yang paling banyak digunakan untuk menyebarkan hoaks adalah Facebook (47,83%), Twitter (12,17%), Whatsapp (11,74%) dan Youtube (7,83%). Dari 230 hoaks itu, 58,7% didominasi oleh konten politik dan sebesar 7,39 persen adalah konten agama. (jnp/age)