Asosiasi Imbau e-Commerce Adil Saat Pesta Diskon 11.11

CNN Indonesia | Kamis, 08/11/2018 20:54 WIB
Asosiasi Imbau e-Commerce Adil Saat Pesta Diskon 11.11 Ilustrasi gudang e-commerce. (Foto: REUTERS/Darren Whiteside)
Jakarta, CNN Indonesia -- 11 November atau yang dikenal dengan Single's Day menjadi hari yang memanjakan konsumen di Indonesia. Pasalnya pada tanggal itu berbagai e-Commerce mengadakan. Asosiasi e-Commerce Indonesia (idEA) mendorong pesta diskon ini harus berjalan adil bagi para konsumen.

Dengan adanya pesta diskon yang berjalan adil, Ketua Umum idEA Ignatius Untung mengatakan akan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap pesta diskon. Sehingga nantinya akan semakin banyak konsumen yang ikut dalam pesta diskon.

Sebaliknya, apabila kalau pesta diskon terjadi suatu masalah seperti penipuan atau barang gaib, hal ini akan berdampak buruk ke seluruh e-commerce di Indonesia.


"Kita mendorong untuk pesta diskon kali ini lebih fair supaya juga kita bilang kalo sampai ini  (pesta diskon) jelek yang jelek bukan hanya nama kamu tapi nama kita semua. jadi itu pasti kita dorong," kata Ignatius di bilangan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis (8/11).

Selanjutnya Ignatius mengatakan pihaknya sedang berbicara ke beberapa kementerian untuk menelurkan aturan flash sale agar lebih terstruktur.

"Kita sedang berbicara dengan beberapa kementerian termasuk Kementerian Perdagangan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha," kata Ignatius.

Ignatius menjelaskan salah satu yang dibahas dalam aturan adalah e-Commerce tidak boleh menjual rugi suatu barang di pesta diskon. Hal ini untuk menghindari adu kuat uang antara e-Commerce.

"Misalnya boleh diskon tapi tidak boleh jual rugi, kalo jual rugi nanti adu kuat uang saja. Siapa yang uang nya banyak bisa jual rugi saja,  lalu dia terjual banyak. Yang uang nya tidak banyak tidak bisa dapat transaksi lalu mati," ujar Ignatius.

Sebelumnya berdasarkan pertemuan dengan pelaku e-Commerce, Ignatius mengatakan pada dasarnya mereka tidak mau melakukan subsidi produk untuk menarik perhatian konsumen. Hanya saja, saingan mereka melakukan subsidi produk tersebut.

Ignatius mengatakan, idEA akan memberikan standarisasi tarif batas bawah untuk mengatur flash sale. Saat ini pihaknya masih menggodok konsep yang pas untuk mengatur flash sale. (jnp/evn)