Demografi Indonesia, Bonus Sekaligus Kutukan di Era Digital

CNN Indonesia | Senin, 12/11/2018 06:54 WIB
Demografi Indonesia, Bonus Sekaligus Kutukan di Era Digital Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Asosiasi e-Commerce Indonesia (idEA) berpendapat bonus demografi bisa menjadi kutukan bagi Indonesia di era  industri digital. Kutukan ini terjadi apabila sumber daya manusia  tidak memiliki kemampuan yang memadai untuk mendukung industri digital.

Indonesia diprediksi akan mengalami bonus demografi pada tahun 2020 - 2030 mendatang. Pada tahun tersebut, jumlah penduduk berusia produktif (15-64 tahun) akan mencapai 70 persen. Sisanya adalah penduduk berusia non-produktif ( di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun)

"Angka usia produktif begitu besar. Kalau tidak dilengkapi dengan kemampuan digital maka bisa jadi kutukan. Mereka bisa jadi pengangguran," kata Ketua Bidang Human Capital Development idEA Sofian Lusa saat konferensi pers di bilangan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis (8/11).


Di satu sisi, bonus demografi menjadi berkah apabila SDM memiliki kemampuan yang memadai untuk industri digital. Dengan adanya kemampuan ini, Sofian memprediksi ada banyak wirausahawan yang lahir di era industri digital.

Kendati demikian, Sofian menekankan diperlukan edukasi yang digaungkan oleh seluruh pihak dalam ekosistem industri digital.

"Tapi kalau semua ekosistem bergerak, mereka akan menjadi paling  sederhana ya wirausahawan. UKM juga disitu. Kalau statistik ada 2 persen dari populasi itu adalah wirausahawan, maka negara bisa maju," kata Sofian.

Sofian mengatakan bonus demografi membuat Indonesia selalu dipandang menjadi pasar emas bagi para pelaku industri digital. Akan tetapi, Sofian menegaskan jika SDM tidak siap, maka masyarakat Indonesia hanya mau menjadi penonton (konsumen) bukan pelaku di era digital.

"Kalau SDM tidak ada, maka kita jadi penonton atau pasar . Industri jalan tapi SDM tidak ada," ujar Sofian.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum idEA Ignatius Untung mengatakan pihaknya akan mengadakan iDEA Works Edu dan Pro untuk meningkatkan kualitas SDM. 

Program idEA Works Edu menyasar siswa SMA dan mahasiswa  untuk dipaparkan segala hal yang berkaitan dengan industri digital.  Dengan adanya pembekalan informasi ini, nantinya mereka bisa berminat untuk berkuliah atauberkarir di industri digital.

idEA Works Pro akan menyasar fresh graduate,first jobber, dan profesional  yang sudah bekerja di industri ekonomi digital. Mereka nantinya akan dipaparkan terkait kualifikasi yang diinginkan oleh perusahaan. (jnp/evn)