Menurutnya pembajakan talenta di industri Telekomunikasi memang sering terjadi. Perusahaan yang menawarkan gaji besar bisa menarik perhatian talenta.
"Employee turn over (keluar-masuk karyawan) bisa 4 persen hingga 5 persen. Sementara top talent resign jumlah jauh lebih besar dari angka tersebut. Ini yang perlu kami balik agar menjadi lebih rendah," ujar Irsyad.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selama jelas parameter dan performancenya maka tidak akan masalah," paparnya.
"Pengalaman pembelajaran bagian dari reward kami. Memang kami ingin jadi yang kompetitif tapi kami tidak ingin jadi paling tinggi gaji. Kami memberikan gaji dengan benar," kata Irsyad.
Pengamat Ragukan Angka Turn Over Indosat
Menanggapi turn over karyawan, pengamat Human Resources dari startup Sleekr Suwandi Soh meragukan angka rasio keluar masuk karyawan Indosat.
"Turnover 4 persen di sektor swasta apalagi high tech, considered excellent. Tapi saya tidak yakin empat persen di Indonesia angkanya terlalu bagus. Antara cara hitungnya beda atau maksudnya berbeda," ujar Suwandi.
Pasalnya perusahaan telekomunikasi asal Singapura Singtel pada tahun 2018 mengalami turn over sebesar 18,1 persen.
"Angka sekitar 10 persen annual turnover itu normal. Singtel segitu (18,1 persen). Industri sama (dengan Indosat)," kata Suwandi (jnp)