Sebelumnya, para pengguna tunanetra mesti menggunakan layanan text-to-speech (ponsel membacakan teks yang tertera di layar) bagi pengguna tunanetra. Tapi layanan ini dianggap kurang praktis.
Penyandang tunanetra seperti Li Mengqi juga merasa senang karena mereka tak perlu tergantung kepada orang lain untuk melakukan belanja online atau bermain dengan perangkatnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim riset dan pengembangan Alibaba Damo Academy bekerjasama dengan Universitas Tsinghua China. Keduanya mengembangkan lembaran silikon fisik murah. Lembar silikon ini memiliki tombol sensorik yang dinamakan "Smart Touch". Smart Touch ini bisa ditempel di layar ponsel apapun dan bisa mengeluarkan huruf braille untuk menerjemahkan fungsi ponsel.
Tombol ini hanya bisa dijalankan pada aplikasi yang sudah mendukung fasilitas tersebut. Salah satunya memudahkan penyandang tuna netra agar lebih mudah berbelanja online lewat smartphone.
Alibaba menyebut tidak mengambil keuntungan untuk produk risetnya itu. Perusahaan ini berniat untuk menjualnya dengan harga yang murah atau dibagikan secara gratis melalui tempat-tempat penjualan umum.
"Smart Touch" ini juga tidak hanya dapat digunakan untuk menekan tombol saja. Lembaran ini bisa membuat ponsel membacakan teks lewat earphone ketika penyandang tunanetra mendekatkan ponsel ke telinga.
Menurut Direktur penelitian Damo Academy Chen Zhao, untuk saat ini, produk hanya dapat digunakan pada dua aplikasi jual online miliknya saja, seperti Alibaba Taobao dan Aliplay. Ia juga mengatakan bahwa saat ini produk tersebut masih dalam proses penelitian dan pengembangan.
Zhao telah menggunakan beberapa sukarelawan tunanetra, seperti Li Mengqi yang berusia 23 tahun, untuk menguji kemampuan produk terbarunya ini. Nantinya produk ini juga diharapkan dapat berfungsi pada seluruh perangkat dan dapat diluncurkan pada awal tahun depan, seperti disebutkan The Next Web. (jef/eks)