Sistem pengendalian pesawat AOA inilah yang diperkirakan menjadi penyebab jatuhnya pesawat Lion Air. Hal ini diungkap oleh para ahli yang ikut dalam penyelidikan, pejabat menengah FAA (Kantor Administrasi Federal AS), dan sejumlah pilot pesawat terbang.
Pejabat FAA yang mengetahui masalah ini menyebut bahwa ketika Boeing memberitahukan bahwa 737 Max 8 dan 9 diberi sistem pengendali pesawat baru, mereka tidak mengungkap adanya potensi anomali sistem tersebut. Boeing juga tidak mengungkap adanya potensi berbahaya dari sistem ini ketika memberikan materi pelatihan dan diskusi panjang dengan maskapai dan regulator.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seminggu setelah kecelakaan Lion Air, Boeing baru mengirimkan edaran kepada berbagai maskapai penerbangan di seluruh dunia yang menggunakan pesawat Max 8 dan 9. Dalam buletin disebutkan bahwa tindakan menaikkan hidung pesawat terlalu tinggi bisa menyebabkan pesawat tiba-tiba menukik tajam atau jatuh. Bahkan jika pilot menerbangkannya secara manual dan tidak ingin menggunakan komputer pengendali penerbangan.
Peringatan Boeing ini mengejutkan banyak pilot yang juga menerbangkan pesawat teranyar Boeing tersebut. Pejabat keamanan penerbangan yang terlibat dalam investigasi menyebut bahwa maskapai, manajer, dan pilot berbagai maskapai di AS telah diberitahu mengenai adanya penambahan sistem AOA ini di varian terbaru 737. Sehingga awak penerbangan ini biasanya tidak siap untuk mengatasi resiko tersebut.
"Sangat bodoh ketika mereka menempatkan sistem di pesawat dan tidak memberitahukan pilot yang mengoperasikannya, terutama terkait dengan kontrol penerbangan," jelas Kapten Mike Michaelis, chairman komite keselamatan untuk Asosiasi Pilot di AS yang merangkul 15 ribu pilot di negara itu. "Mengapa kami tidak dilatih untuk itu?"
Boeing memasarkan Max 8 dengan mengatakan kepada pembeli bahwa mereka para pilot bisa langsung menggunakan pesawat ini tanpa pelatihan tambahan. Sebab, menurut mereka operasional pesawat ini serupa dengan versi sebelumnya. Hal ini diungkap dari kalangan industri dan pejabat pemerintah.
Salah satu pejabat tinggi Boeing menyebut bahwa perusahaan memutuskan agar tidak memberikan detil lebih banyak kepada awak kokpit pesawat dengan maksud tidak membanjiri terlalu banyak informasi kepada pilot. Terutama terkait dengan data teknis dari yang mereka butuhkan atau bisa mereka cerna. (eks)