Indosat Klaim Tak Ada Kerja Sama Soal SMS Scam Pinjam Online

CNN Indonesia | Rabu, 14/11/2018 18:10 WIB
Indosat Klaim Tak Ada Kerja Sama Soal SMS Scam Pinjam Online Ilustrasi. (Foto: Freestocks)
Jakarta, CNN Indonesia -- Group Head Corporate Communications Indosat Ooredoo Turina Farouk mengatakan pihaknya tidak menjalin kerja sama dengan fintech peminjaman uang online DanaRupiah. Pernyataan tersebut sekaligus menanggapi penyebaran pesan singkat promosi bernada penipuan yang tersebar di kalangan pengguna Indosat.

Dalam pesan singkat yang beredar berisi pemberitahuan bahwa nomor KTP pengguna dipakai untuk melakukan peminjaman uang online. Pesan singkat itu juga dilengkapi tautan, apabila diklik, pengguna akan tersambung dengan Google Play Store untuk memasang aplikasi DanaRupiah.

"Kami sudah melakukan pengecekan bahwa penggunaan nomor Indosat terkait layanan ini bukan merupakan kerja sama layanan dengan perusahaan (DanaRupiah). Penggunaan long number (nomor panjang) seluler untuk kegiatan sejenis dapat dilakukan menggunakan nomor dari operator mana pun," ujar Turina saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (14/11).


Lebih lanjut Turina mengimbau pelanggan Indosat untuk melaporkan SMS berisi penipuan tersebut ke kepolisian. Pasalnya penyebaran pesan singkat  ini sudah dilarang peraturan OJK nomor 1/POJK.7/2013 tanggal 6 Agustus 2013.

Peraturan ini melarang penawaran produk dan atau pelayanan jasa keuangan melalui layanan pesan pendek (SMS) atau telepon tanpa persetujuan dari konsumen yang bersangkutan.

"Kami menyarankan pelanggan yang mengalami kerugian terkait hal ini untuk melaporkan kepada pihak yang berwajib untuk segera ditindaklanjuti. Indosat Ooredoo akan selalu bekerja sama dengan pihak berwenang dalam rangka mengatasi hal ini," kata Turina.

Turina mengatakan sejauh ini, pihaknya belum menerima laporan dari pengguna. Dengan adanya laporan ini, Turina mengatakan Indosat bersama pihak berwajib akan melakukan penindakan lebih lanjut.

"Dengan adanya laporan, penanganan akan dilakukan berdasarkan laporan yang ada. Sampai saat ini hasil dari investigasi kami, belum ada pelanggan yang melapor atau mengeluhkan mengenai hal ini," ujarnya. (jnp/evn)