Pengakuan Isuzu Setelah Uji Biodiesel B20

Febri Ardani, CNN Indonesia | Rabu, 28/11/2018 09:24 WIB
Pengakuan Isuzu Setelah Uji Biodiesel B20 Biodiesel B20. (Foto: Mike Blake)
Jakarta, CNN Indonesia -- Isuzu Indonesia mengungkap hasil investigasi mereka pada penggunaan bahan bakar Biodiesel (Fatty Acid Methyl Ester /FAME) dengan kandungan 20 persen kelapa sawit atau sering disebut B20. Diakui ada beberapa kendala, namun dinyatakan "tidak signifikan".

Isuzu menjelaskan sudah menguji B10 pada 2013, lantas pada 2015 ujian untuk B15 juga telah dilakukan. Pengetesan pada B20 diungkap dikerjakan pada 2016.

Dalam pemaparannya di hadapan wartawan otomotif pada Selasa (27/11), Isuzu Indonesia menjelaskan uji coba B20 dilakukan pada Maret dan Mei 2016. Bahan bakar B20 yang digunakan didapat dari SPBU di kawasan Jakarta, Bekasi, Bandung, Cirebon, dan Indramayu.


Menurut Attias Astril GM Marketing PT Isuzu Astra Motor Indonesia, hasil uji mengungkap pada kondisi aktual kandungan FAME pada bahan bakar B20 yang diuji di antara 19,5 - 23 persen.

Astril mengatakan pengujian ini dilakukan Isuzu Indonesia untuk pengembangan sebab ada sebagian produk yang ditawarkan ke konsumen sudah berteknologi common rail.

Uji Mesin

Selain uji kualitas bahan bakar, Isuzu Indonesia juga melakukan pengetesan penggunaan B20 pada mesin. Ada tiga jenis mesin yang dites, yaitu 4-silinder 4JB1TC, 4-silinder common rail 4HK1TCS, dan 6-silinder common rail 6HK1TCC.

Komponen yang menjadi perhatian adalah tangki bahan bakar, selang bahan bakar, pipa bahan bakar, dan saringan bahan bakar.

Ketiga mesin itu dikatakan dites di atas dynamometer dalam kondisi "full load" pada torsi dan tenaga maksimal mengikuti pola tertentu. Tes buat mesin medium duty (6HK1TCC) dilakukan selama 1.000 jam sedangkan mesin light duty (4JB1TC dan 4HK1TCS) selama 400 jam.

Setelah diuji, komponen diinspeksi oleh Souchiro Kazuta, Engine Experiment Manager Isuzu Japan Durability Experiment Group. Astril menyebut dari penilaian tes tersebut tidak ada masalah signifikan yang disebabkan B20 pada mesin diesel Isuzu.

"Jadi dari 2016 hampir tidak ada keluhan dan mungkin konsumen kami tidak tahu kalau itu sudah B20," ujar Astril.

Kendala

Walau begitu ada beberapa hal yang jadi perhatian, salah satunya soal performa yang dijelaskan menurun 2 - 2,5 persen karena menggunakan B20. Astril mengategorikan hal ini tidak signifikan, namun buat pengemudi yang sensitif bisa merasakannya.

Selain itu Astril juga mengungkap poin kritis pada pengujian B20 ada pada saringan bahan bakar. Komponen ini bekerja lebih keras menyaring kotoran sehingga konsumen sangat disarankan menggantinya sesuai perawatan berkala setiap 10 ribu km.

B20 dikatakan punya sifat deterjen yang bakal menguras kotoran terendap sebelumnya di tangki bahan bakar. Pada kondisi itu saringan bahan bakar bekerja lebih keras menyaring kotoran sehingga penggantian komponen bisa lebih cepat.

"Performa turun tadi itu juga karena memang ada kotoran di filter sehingga aliran bahan bakarnya mulai sedikit terganggu," jelas Astril.

Secara keseluruhan Astril mengatakan Isuzu Indonesia siap mendukung aturan pemerintah. Mesin Isuzu di Indonesia dikatakan siap menggunakan B20. (fea)