Selter, Respons Grab untuk Gubernur Anies soal Ojol Mangkal

CNN Indonesia | Selasa, 04/12/2018 23:59 WIB
Selter, Respons Grab untuk Gubernur Anies soal Ojol Mangkal Ilustrasi ojol Grab. (Foto: CNN Indonesia/Harvey Darian)
Jakarta, CNN Indonesia -- Grab Indonesia mengklaim aktif untuk membangun tempat penampungan atau selter bagi para mitra untuk menunggu pesanan. Selain selter, Grab juga menyediakan drive stop dan GrabBike Lounge untuk menangkal mitra yang mangkal di bahu jalan.

Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata menyambut baik ajakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang ingin menertibkan mitra yang mangkal di bahu jalan dengan membangun tempat penampungan.


"Kami sambut baik rencana Pemprov. Kami langsung berkoordinasi membangun Grab Shelter. Tapi di luar kerja sama dengan Pemprov, kami juga aktif membangun GrabBike Lounge dan drive stop," kata Ridzki usai peluncuran GrabBike Lounge di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (4/12).


Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengklaim pihaknya menyediakan ratusan drive stop, 91 selter dan dua GrabBike Lounge.

"Drive stop ini bagian dari selter melalui kerja sama dengan ratusan misalnya warung dan tempat makan agar mereka bisa di sana. Tidak sebesar Grab Lounge tapi lebih fungsional dan lebih cepat agar mereka bisa istirahat kemudian langsung jalan," ujar Ridzki.


Ridzki mengklaim saat ini pihaknya sedang dalam tahap negosiasi untuk membangun selter di mal dan kantor. Kendati demikian ia belum bisa menyebut jumlah fasilitas tersebut,

"Lalu kita kerja sama dengan mal-mal dan kantor agar ada parkir khusus untuk mitra. Belum luncur karena masih ada proses kerja sama dengan mall dan kantor," kata Ridzki.

Menumpuk Pinggir Jalan

Dalam kesempatan yang sama Camat Kebayoran Lama Sayid Ali mengakui pihaknya mendapat banyak laporan dari pengguna jalan yang terganggu dengan keberadaan ojek dan taksi online yang mangkal di pinggir jalan.

"Saya akui memang ada di tempat keramaian beberapa oknum yang menumpuk di pinggir jalan sehingga macet. Kami juga mendapat laporan dari pengguna jalan, mitra ini dianggap mengganggu," kata Sayid.


Sayid kemudian mengingatkan bahwa setiap orang memiliki hak untuk menggunakan jalan sebagai sarana umum. Oleh karena itu ia mengimbau agar para mitra juga menghargai hak-hak masyarakat.

"Saya ingatkan mereka punya hak untuk menggunakan jalan. Saya sering dapat laporan di Pasar Kebayoran banyak ojol yang menumpuk," ujar Sayid. (jnp/asa)