Jepang Bakal Larang Perangkat Huawei dan ZTE

CNN Indonesia | Jumat, 07/12/2018 09:20 WIB
Jepang Bakal Larang Perangkat Huawei dan ZTE Ilustrasi (REUTERS/Aly Song)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jepang berencana untuk melarang pembelian perangkat dari produsen China Huawei Technologies dan ZTE. Hal ini diungkap oleh sumber surat kabar Jepang Yomuri yang telah diberi arahan mengenai masalah ini, Jumat (7/12).

Pelarangan ini merupakan reaksi atas kecurigaan kalau produk Huawei dicurigai bisa memata-matai kegiatan warga. Produk perangkat komunikasi perusahaan asal China ini dicurigai telah disusupi sehingga bisa disadap oleh pemerintah China.

Menurut koran tersebut, pemerintah berencana untuk merevisi aturan internal mereka terhadap pembalian produk-produk tersebut dan secepatnya mulai diberlakukan Senin mendatang.


Produk domestik yang menggunakan komponen yang berasal dari dua perusahaan itu juga tidak akan dipakai lagi oleh pemerintah. Yomiuri menyebut bahwa pemerintah tidak akan langsung menunjuk nama perusahaan domestik itu secara langsung untuk menghindari kemarahan China.  

Juru bicara pemerintah Yoshihide Suga menolak berkomentar mengenai pemberitaan tersebut ketika dimintai keterangan oleh AFP. "Jepang melakukan kerjasama erat dengan Amerika Serikat," terkait dengan isu keananan siber, seperti dijelaskan Suga. 

Langkah Jepang ini menyusul kebijakan AS yang juga melarang produk dari kedua perusahaan itu untuk masuk ke negara mereka, seperti dikutip Reuters.

Badan intelejen AS mengatakan Huawei memiliki kaitan dengan pemerintah China. Mereka menyebut bahwa perangkat kedua vendor ini disisipi backdoor yang bisa digunakan untuk memata-matai. Namun, belum ada bukti yang bisa disampaikan ke publik terkait tuduhan ini. Selain itu, kedua perusahaan juga telah menolak tuduhan tersebut.

Selain Jepang, Australia dan New Zealand juga telah memblokir Huawei untuk membangun jaringan 5G di negara itu. Sementara BT Group dari Inggris menyebut kalau mereka tengah menyingkirkan perangkat Huawei dari jaringan selular 3G dan 4G mereka dan tidak akan menggunakan perusahaan China manapun untuk mengembangkan jaringan telekomunikasi mereka ke depannya, mengutip CNBC. (eks/eks)