Rudiantara: Satu Perusahaan Unicorn Naik Kelas Jadi Decacorn

CNN Indonesia | Jumat, 07/12/2018 13:50 WIB
Rudiantara: Satu Perusahaan Unicorn Naik Kelas Jadi Decacorn Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan satu perusahaan dengan status unicorn akan naik kelas menjadi decacorn tahun depan. Ternyata menurutnya, perusahaan teknologi ini hanya tinggal menunggu satu suntikan pendanaan saja sebelum benar-benar naik pangkat.

Sekadar informasi, unicorn adalah titel yang disematkan kepada perusahaan rintisan yang valuasi asetnya mencapai US$1 miliar. Sementara itu, perusahaan rintisan yang valuasi asetnya menyentuh US$10 miliar akan disematkan gelar decacorn.

"Tinggal satu ronde transaksi (pendanaan) lagi mereka akan menjadi decacorn," jelas Rudiantara, Jumat (7/12).


Hanya saja, ia tak menyebut nama startup yang sekiranya akan naik kelas jadi decacorn 2019 mendatang. Seperti diketahui, saat ini Indonesia memiliki empat perusahaan dengan status unicorn yakni Gojek, Bukalapak, Tokopedia, dan Traveloka.

"Tidak usah menyebutkan nama. Itu kan masalah bisnis. Namun hal itu membuat kita merasa luar biasa," jelasnya.

Selain decacorn, ia juga menyebut satu startup akan segera naik kelas menjadi unicorn tahun depan. Sehingga, jumlah perusahaan startup unicorn 2019 bisa berjumlah lima, atau sesuai target yang diharapkan olehnya.

Menurutnya, ini membuktikan bahwa sektor ekonomi digital di Indonesia cukup menjanjikan. Untuk mengembangkan sektor ini, Kemenkominfo mengatakan tidak akan menerbitkan regulasi yang bersifat restriktif.

Justru peraturan yang berbelit menjadi demotivasi bagi pelaku usaha rintisan. Apalagi menurutnya, rasio startup yang sukses sangat kecil, yakni hanya terbilang 5 persen. Artinya, setiap 100 perusahaan startup yang berdiri, hanya lima perusahaan saja yang mampu bertahan hidup.

Selain itu, iklim regulasi yang longgar ini juga bisa mendorong pertumbuhan startup di Indonesia. Saat ini, lanjut Rudiantara, Indonesia menduduki peringkat kelima dunia dari segi jumlah perusahaan rintisan, di bawah Amerika Serikat (AS), India, Inggris, dan Kanada.

"Kemenkominfo dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) tidak menerapkan regulasi yang terlalu banyak. Biarkan mereka berkembang dulu, baru nanti kami tata. Masa belum berkembang sudah diatur-atur," pungkas dia. (glh/evn)