Respons Kritik Grab, Gojek Akui Tarifnya Masih Tertinggi

CNN Indonesia | Rabu, 05/12/2018 17:55 WIB
Respons Kritik Grab, Gojek Akui Tarifnya Masih Tertinggi Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Harvey Darian)
Jakarta, CNN Indonesia -- VP Corporate Affairs Gojek Michael Say mengakui tarifnya masih yang tertinggi di pasar transportasi online di Indonesia. Hal ini ia sampaikan menanggapi kritikan Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata yang menganggap penurunan tarif ini tidak sesuai dengan pernyataan Gojek yang ingin menaikkan tarif beberapa bulan lalu.

"Saya rasa sudah sangat jelas terkait dengan tarif yang dibayarkan ke mitra driver, saat ini tarif driver Gojek masih yang tertinggi di pasaran," kata Michael saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa malam (4/12).

Grab selalu mengklaim berhati-hati dalam menaikkan tarif karena dianggap bisa menurunkan jumlah pesanan dan menganggap tarif bukanlah patokan tunggal untuk menaikkan kesejahteraan mitra. Berbanding terbalik dengan Grab, justru Gojek percaya diri dengan kenaikan tarif ini tidak akan menurunkan jumlah pesanan.


Pasalnya untuk menjaga jumlah pesanan agar tidak menurun, Gojek mengakalinya dengan menyematkan berbagai program promosi.

"Selain itu kami juga terus berupaya untuk meningkatkan jumlah order yang diterima mitra melalui beragam program promosi," imbuhnya.

Michael mengatakan penurunan tarif ini untuk menyesuaikan dengan tarif yang ada di pasar. Ia mengatakan tarif Gojek yang paling tinggi di pasar akan berpengaruh pada jumlah pesanan yang diterima oleh mitra.

"Penyesuaian tarif justru kami lakukan untuk menyesuaikan dengan kondisi pasar untuk menjaga daya saing mitra kami agar tetap menjadi pilihan konsumen. Persaingan usaha yang semakin ketat menjadi tantangan bagi kami untuk memastikan kesejahteraan dan kesinambungan pendapatan bagi driver," ucapnya.

Sebelumnya, Ridzki mengatakan saat para mitra melakukan demonstrasi untuk meningkatkan kesejahteraan, Gojek gencar ingin menaikkan tarif per kilometer.

Pada saat itu Gojek bilang ingin menaikkan tarif dan meminta Grab untuk ikut-ikutan menaikkan tarif. Kemudian sekarang tiba-tiba menurunkan tarif. Ini pesan yang tidak jelas bagi mitra pengemudi," kata Ridzki usai acara peluncuran GrabBike Lounge di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (4/12). (jnp/evn)