Sosok Meng sebelumnya tak banyak dikenal oleh khalayak. Selain sebagai puteri pendiri Huawei, Ren Zhengfei, Meng dan sang ayah merupakan sosok yang jauh dari pemberitaan media.
Mengutip CNN, selepas lulus kuliah di tahun 1992, perempuan berusia 46 tahun ini memulai karir sebagai operator telepon. Setahun berikut hingga kini, ia bergabung dengan perusahaan yang didirikan oleh sang ayah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilaporkan Reuters, selama tujuh tahun terakhir sejak ditunjuk sebagai CFO, laba bersih Huawei tumbuh empat kali lipat mencapai 47,5 yuan di antara tahun 2011 dan 2017.
Selain menjadi pemain pening di ranah infrastruktur telekomunikasi, Huawei juga mulai menjual ponsel yang jumlahnya melampaui Apple.
Dalam sebuah wawancara dengan 21st Century Business Herald di tahun 2013, Meng mengaku suaminya tidak bekerja di industri telekomunikasi.
Maret lalu, Huawei menjadi pembicaraan ketika Meng menjadi salah satu dari empat dewan direksi perusahaan. Promosi jabatan dikabarkan didukung dengan upaya Meng jika kelak dirinya memimpin perusahaan.
Zhengfei kerap membantah jika kesuksesan perusahaan lantaran keberadaan ketiga anaknya di pusaran kepemimpinan. Dalam sebuah surat di tahun 2013, ia menyebut anak-anaknya tidak memiliki visi, karakter, dan ambisi yang jelas untuk memimpin perusahaan.
"Rencana (memasukkan anak-anak sebagai bagain dari strategi perusahaan) tidak ada. Rasanya terlalu konyol untuk merespons kabar tersebut," ucap Zhengfei ketika diwawancara Caixin di tahun 2010. (cnn/evn)