Dokumen Investasi Rp339 Miliar Tokopedia Bocor

CNN Indonesia | Selasa, 11/12/2018 17:16 WIB
Dokumen Investasi Rp339 Miliar Tokopedia Bocor Ilustrasi (CNN Indonesia/Jonathan Patrick)
Jakarta, CNN Indonesia -- Belum lama ini, dokumen mengenai struktur perusahaan dan pemegang saham Tokopedia diduga bocor. Penguasaan saham dari perusahaan yang telah mendapatkan pendanaan US$1 miliar dari Alibaba tahun lalu itu disebut berada di tangan Softbank, perusahaan asal Jepang.

KrAsia mengklaim pihaknya mendapat dokumen struktur perusahaan dan pemegang saham Tokopedia dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Dokumen itu menyebutkan PT Tokopedia merupakan perusahaan investasi asing yang memiliki modal dengan total Rp339,17 miliar (Rp339.171.883.000). Modal ini didapat dari total enam putaran investasi, seri A hingga F. Tokopedia menjadi salah satu perusahaan unicorn Indonesia bernilai US$1 miliar (Rp14,6 triliun)



Namun, Kasubag Peliputan dan Media BKPM, Iwan Ungsi menyatakan bahwa data yang dicatut dalam pemberitaan itu bukan milik BKPM.

"Datanya bukan dari BKPM. Kami nggak punya data series (pendanaan) shareholder seperti dituliskan," demikian keterangan Iwan saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com pada Senin (10/12).

Menurut pemberitaan media asal China itu, perusahaan startup diwajibkan untuk memperbarui dokumen tersebut kepada otoritas Indonesia.

Berdasarkan peraturan BKPM No. 16 tahun 2018 tentang pedoman dan tata cara perizinan dan fasilitas penanaman modal pasal 1 ayat 39, perusahaan yang mendapat investasi wajib memberi laporan berkala.


Versi terakhir dokumen ini diperbarui pada 27 November. Tanggal ini cocok dengan laporan yang menyebut bahwa Tokopedia sempat mendapat pendanaan sekitar November.

Berdasarkan informasi tersebut, perusahaan pendanaan Jepang, Softbank menguasai 40 persen investasi di Tokopedia. Disusul, Alibaba dengan persentase sebesar 25 persen. Dalam dokumen tersebut disebutkan bahwa investor pertama Tokopedia adalah East Ventures dan Beenos.

Dari dokumen itu, pengaruh SoftBank tampak besar di perusahaan ecommerce tersebut. SVF Investment Limited yang terkoneksi dengan SoftBank Vision Fund memiliki persentase individu terbesar sebesar 29 persen.

SoftBank juga disebut memiliki saham lain melalui dana lain, setidaknya sebesar 8,8 persen dari total saham yang diterbitkan.

Sementara itu, Alibaba memasukkan pendanaannya ke Tokopedia melalui Taobao China Holdings, dengan saham yang diperoleh sebesar 25 persen dari saham yang diterbitkan.

Dokumen tersebut juga menyebutkan pendiri sekaligus CEO Tokopedia, William Tanuwijaya dan wakilnya Lenotinus Alpha Edison masing-masing memegang sekitar 5,6 persen dan 2,3 persen dari total saham yang dikeluarkan.

Selain itu, kue besar saham Tokopedia lainnya disebut berada di tangan Radiant Pioneer Limited dan Radiant Trinity Limited. Keduanya sama-sama beralamatkan di Kepulauan Cayman.


Namun, data yang tertulis dalam dokumen itu berbeda dengan pendanaan yang diumumkan Tokopedia ke publik. Sebagai contoh, jumlah pendanaan seri E dalam dokumen tercatat hanya US$19 juta, padahal saat itu Tokopedia mengumumkan telah mendapat pendanaan sebesar US$100 juta.

Ketika di konfirmasi, Tokopedia menolak memberikan komentar perihal hal tersebut.

"Kami tidak memberikan komentar dalam perihal ini," ujar Priscilla Anais, CEO Office Manager Tokopedia kepada CNNIndonesia.com secara terpisah.

Awalnya, pengungkapan data ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran struktur kekuasaan di dalam Tokopedia. Startup unicorn Indonesia ini sebelumnya tak pernah mau mengungkap struktur pendanaan mereka maupun jumlah totalnya. (kst)