Badan Antariksa Rusia, Roscosmos mengungkapkan pengambilan sampel dilakukan untuk melihat penyebab apakah lubang tersebut ada sejak masih di Bumi atau ketika di ruang angkasa.
Oleg Kononenko dan Sergei Prokopyev, astronaut yang mengambil sampel saat berjalan di luar angkasa (spacewalk) menghabiskan waktu selama tujuh jam 45 menit untuk memeriksa potensi bahaya dari lubang tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keduanya kesulitan memperbaiki Soyuz lantaran tak bsa diperbaiki ketika berada di luar angkasa. Hal itu lantaran pesawat antariksa ini tak dirancang untuk diutak-atik di luar Bumi. Berbeda dengan ISS, Soyuz tak memiliki pagar luar untuk 'mencengkeram' para astronaut ketika mengambang di ruang hampa udara.
Seakan membalas tudingan AS soal sabotase Rusia, media lokal justru mengatakan ada investigasi yang mengarah pada dugaan perbuataan astronaut AS yang melubangi pesawat itu agar temannya yang sakit bisa dikirim pulang ke Bumi.
Sebelumnya, pada Agustus lalu sebuah lubang berukuran 2 mm ditemukan di pesawat antariksa yang yang mengantarkan astronaut dari dan menuju ISS sehingga memicu kebocoran udara. (evn)