Teknologi eSIM Milik iPhone Tak Bisa Dipakai di Indonesia

CNN Indonesia | Jumat, 14/12/2018 16:15 WIB
Teknologi eSIM Milik iPhone Tak Bisa Dipakai di Indonesia Ilustrasi (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tiga iPhone teranyar XS, XS Max, dan XR yang sudah resmi dijual di Indonesia tak bisa memakai teknologi eSIM yang tersemat di ponsel ini. Sehingga, meskipun smartphone ini merupakan iPhone generasi pertama yang mengusung SIM ganda, pengguna tetap tidak bisa menggunakan dua nomor bersamaan karena teknologi eSIM belum diregulasi di Indonesia.

"Memang regulasinya belum ada. Telkomsel saat ini telah melakukan review (peninjauan) atas teknologi eSIM ini dan akan mentaati regulasi atau kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah nantinya," jelas Basuki Ebtayani, GM Device Bundling and Customization Strategy Telkomsel saat dihubungi via pesan teks, Jumat (14/12). 

Hal senada sempat diungkap juga oleh Group Head Corporate Communication XL Axiata Tri Wahyuningsih yang sempat menyatakan XL secara teknis sudah siap menerapkan eSIM, namun tinggal menunggu kesiapan regulasi.


Ketiga ponsel anyar Apple ini memang sudah mengusung dua slot khusus yakni nano SIM fisik dan eSIM. Padahal Apple menyediakan iPhone versi lain dengan kombinasi dual SIM nano SIM tanpa adanya eSIM di China, Makau, dan Hong Kong.

Marketing and Communications Director Erajaya Djatmiko Wardoyo mengatakan keputusan untuk memboyong iPhone versi kombinasi eSIM dan nano SIM ke Indonesia adalah murni kebijakan Apple.

"Itu (kombinasi eSIM dan nano SIM, alokasi untuk pasar Indonesia seperti itu. Itu keputusan Apple. Kami (Erafone) hanya menjual.Dia pasti tahu bahwa eSIM itu belum jamak di Indonesia," kata Djatmiko saat penjualan perdana iPhone terbaru di Mal Central Park, Jakarta Barat, Jumat (14/12).

Djatmiko mengatakan pihaknya sudah memberikan saran kepada Apple untuk memasukkan iPhone dengan kombinasi dual nano SIM.

Ia mengatakan Apple pasti sudah melalui berbagai pertimbangan untuk memutuskan memasukkan iPhone kombinasi eSIM dan nano SIM.

"Tidak bisa dibilang kemungkinan akan ada, tapi kami hanya berharap iPhone seperti di Tiongkok ada di Indonesia," kata Djatmiko.

Kendati demikian, Djatmiko mengatakan wajar apabila konsumen atau wartawan mempertanyakan kebijakan Apple yang mubazir itu.

"Itu kan jadi pertanyaan mendasar dari masyarakat kenapa masuk ke Indonesia itu dual SIM-nya yang eSIM," kata Djatmiko.

Khusus untuk China, Makau, dan Hong Kong, Apple menyediakan tiga iPhone dua varian dual slot kombinasi Khusus untuk China, Hong Kong mendukung dual SIM nano SIM, dan tidak ada eSIM.

Terkait penerapan teknologi eSIM, beberapa operator di Indonesia telah menyatakan kesiapannya. Namun, mereka masih menunggu regulasi penerapan eSIM tersebut dari Kementerian Komunikasi dan Informatika. Kemkominfo menyebut mereka masih mempelajari kelebihan dan kekurangan penerapan eSIM. (jnp/eks)