"Memang regulasinya belum ada. Telkomsel saat ini telah melakukan review (peninjauan) atas teknologi eSIM ini dan akan mentaati regulasi atau kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah nantinya," jelas Basuki Ebtayani, GM Device Bundling and Customization Strategy Telkomsel saat dihubungi via pesan teks, Jumat (14/12).
Hal senada sempat diungkap juga oleh Group Head Corporate Communication XL Axiata Tri Wahyuningsih yang sempat menyatakan XL secara teknis sudah siap menerapkan eSIM, namun tinggal menunggu kesiapan regulasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Marketing and Communications Director Erajaya Djatmiko Wardoyo mengatakan keputusan untuk memboyong iPhone versi kombinasi eSIM dan nano SIM ke Indonesia adalah murni kebijakan Apple.
Ia mengatakan Apple pasti sudah melalui berbagai pertimbangan untuk memutuskan memasukkan iPhone kombinasi eSIM dan nano SIM.
"Tidak bisa dibilang kemungkinan akan ada, tapi kami hanya berharap iPhone seperti di Tiongkok ada di Indonesia," kata Djatmiko.
"Itu kan jadi pertanyaan mendasar dari masyarakat kenapa masuk ke Indonesia itu dual SIM-nya yang eSIM," kata Djatmiko.
Khusus untuk China, Makau, dan Hong Kong, Apple menyediakan tiga iPhone dua varian dual slot kombinasi Khusus untuk China, Hong Kong mendukung dual SIM nano SIM, dan tidak ada eSIM.
Terkait penerapan teknologi eSIM, beberapa operator di Indonesia telah menyatakan kesiapannya. Namun, mereka masih menunggu regulasi penerapan eSIM tersebut dari Kementerian Komunikasi dan Informatika. Kemkominfo menyebut mereka masih mempelajari kelebihan dan kekurangan penerapan eSIM. (jnp/eks)