Prabowo Diminta Jangan Adu Domba Ojek Online

CNN Indonesia | Senin, 17/12/2018 20:55 WIB
Prabowo Diminta Jangan Adu Domba Ojek Online Prabowo dan Komunitas Ojek Online. (Dok. Tim Prabowo-Sandiaga)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto disarankan agar tak menggunakan ojek online sebagai objek untuk mengkritik pemerintah pusat maupun aplikator.

Analis Kebijakan Transportasi Azas Tigor Nainggolan menyarankan agar Prabowo menggunakan strategi yang lebih adil untuk meningkatkan elektabilitas. Saran ini diucapkan Tigor untuk menanggapi pernyataan kontroversial Prabowo terkait ojol.

"Jika ingin mendapatkan suara kemenangan di pilpres jangan adu domba pengemudi ojek online dengan penguasa saingan di pilpres atau masyarakat," kata Tigor dalam rilis yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (17/12).


Menurut Tigor profesi ojol dipolitisasi oleh Prabowo. Prabowo memang sempat berulang kali mengatakan keprihatinannya terhadap profesi ojol. Isu ojol, bagi Tigor, juga acap kali dibenturkan pasangan calon.

Tigor mengingatkan pentingnya peran ojol bagi masyarakat di era digital ini. Profesi ini semakin tidak terpisahkan dengan masyarakat di seluruh daerah di Indonesia.
"Kurang cerdas rasanya berpikir dan menjadikan pilihan profesi pengemudi ojek online sebagai sebuah kegagalan dan memprihatinkan," ujar Tigor.

Tigor kemudian mengatakan Prabowo menyadari bahwa ia bisa mendulang suara dari para ojol mengingat jumlah masa yang tidak sedikit. Maka, ia menggunakan isu ojol dan membeberkan kebobrokan serta meraih simpati para ojol.

"Juga pada akhirnya Prabowo secara langsung mengakui dan memperhitungkan dan membutuhkan keberadaan massa ojek online yang jumlah sangat besar," ujar Tigor.
Sebelumnya, Prabowo menyatakan sedih ketika melihat meme yang menunjukkan bahwa perjalanan karir pemuda Indonesia setelah lulus sekolah dari SD sampai SMA, ujung - ujungnya menjadi ojek online.

Prabowo juga sempat mengkritisi regulasi ojol yang tak kunjung terbit sebagai payung hukum bagi ojol. Kemudian Prabowo juga menghadiri kopi darat komunitas ojol.

Hubungan Prabowo dan ojol bermula dari pembahasan meme ojek online dalam pidatonya di Indonesia Economic Forum pada akhir November lalu.

"Saya sedih dengan realita yang ada, seperti dalam meme yang ada di internet terkait jalan karir anak muda di Indonesia, dari SD, SMP, SMA dan setelah lulus dia jadi ojek driver. Sedih tapi itulah realitas," kata Prabowo saat menyampaikan pidatonya di acara Indonesia Ecomic Forum di Hotel Shangri-La, Jakarta Selatan, Rabu (21/11).
Prabowo mengatakan keinginannya selama ini adalah jalan karir anak bangsa yang sukses dan jauh dari apa yang digambarkan oleh meme itu. Dia ingin anak muda dapat memiliki masa depan lebih baik, misalnya kata dia menjadi seorang wirausaha atau bahkan teknisi hingga pemilik restoran.

Pembahasan tersebut kemudian mengundang kegaduhan karena dinilai mendiskreditkan profesi ojol. Setelah itu, pada Minggu (16/12) Prabowo menyambangi acara komunitas ojek online.

Dia bercerita atau 'curhat' bahwa pernyataannya kerap kali dibelokkan oleh banyak pihak, salah satunya tentang pengemudi ojek online atau ojol.

"Selalu kalau saya bicara, maksud saya baik, tapi selalu ada yang coba melintir-melintir, dikatakan bahwa saya tidak menghormati pekerjaan ojek online," kata Prabowo saat menghadiri acara kopi darat yang digelar Forum Gabungan (Forgab) Roda 02 di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu (16/12).

"Justru saya berjuang untuk kalian semua, hidup saya dari saya remaja di sumpah. Pesan dari orangtua saya, selalu harus setia kepada rakyat Indonesia," lanjutnya.

Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu juga mengklaim memiliki hobi mengendarai motor sejak muda. Karenanya, dia mengaku memahami profesi pengemudi ojek online adalah pekerjaan yang berat. (jnp/age)