Terhitung mulai tanggal 1 Januari, Didi melarang pengemudi untuk beroperasi tanpa lisensi ganda. Lisensi pertama untuk pengemudi dan lisensi kedua untuk mobil yang mereka kendarai.
Untuk mendapatkan izin mengemudi, pengemudi harus menyediakan sertifikat dengan keterangan bersih dari tindakan kriminal. Dalam beberapa kasus ekstrim, bahkan pengemudi harus memiliki izin dari hukou lokal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Google Maps Sediakan Fitur Pesan Instan |
Otoritas China secara bertahap meluncurkan berbagai regulasi yang ketat untuk mengatur pengoperasian ride-hailing. Kebijakan baru telah menjatuhkan jumlah pengemudi. Di kota tingkat 2 Nanjing, perusahaan telah menyingkirkan lebih dari 160 ribu kendaraan ilegal.
Minimnya jumlah kendaraan berimbas kepada waktu tunggu yang lebih lama kepada konsumen. Bahkan Didi juga harus mengalokasikan US$56 miliar atau sekitar Rp810 triliun untuk mempertahankan pasokan pengemudi. Kendati demikian pada paruh pertama 2018, Didi mengalami kerugian US$585 juta atau sekitar Rp8,4 triliun.
Baru-baru ini Didi meluncurkan serangkaian produk keuangan, termasuk crowdfunding dan pinjaman. Langkah ini dilakukan menyusul reorganisasi seluruh perusahaan yang diumumkan pada bulan Desember.
Produk-produk baru diuji di 10 kota dan sekarang telah diperkenalkan secara nasional. Produk-produk ini termasuk manajemen kekayaan, kredit dan pinjaman dan crowd funding.
Produk-produk ini membawa Didi ke dalam persaingan dengan investor Alibaba Group Holding Ltd (BABA.N) dan rekan teknologi Tencent Holdings Ltd (0700.HK). (jnp/evn)