Blued Berhentikan Sementara Layanan di China

Reuters, CNN Indonesia | Senin, 07/01/2019 07:25 WIB
Blued Berhentikan Sementara Layanan di China Ilustrasi. (smalox/Thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penghentian sementara ini diduga akibat adanya pengguna di bawah umur yang terkena HIV di aplikasinya.

Media China melaporkan bahwa pengguna di bawah umur terkena HIV setelah berkencan melalui aplikasi Blued. Dilansir dari Reuters, majalah Caixin mengutip penelitian akademik bahwa beberapa remaja gay pengguna Blued, melakukan hubungan seks tanpa kondom.

Akibatnya, para remaja ini tertular virus HIV yang menyebabkan penyakit AIDS.
Caixin mengatakan remaja sangat aktif terlibat dalam aplikasi kencan gay. Blued merupakan aplikasi kencan terbesar untuk komunitas LGBT.


Sebagai tanggapan, Blued berjanji untuk meluncurkan audit dan regulasi konten yang komprehensif. Blued akan menindak pengguna remaja yang menyamar sebagai orang dewasa.

"Blued selalu melarang remaja untuk masuk dan menggunakan aplikasi," katanya dalam sebuah pernyataan di akun terverifikasi di Weibo.

Blued menambahkan telah menggunakan kecerdasan buatan untuk menghilangkan konten pornografi sejak tahun lalu. Blued bersumpah untuk mendukung aktivitas pencegahan penyebaran AIDS.
Perusahaan yang berbasis di Beijing itu tidak segera membalas permintaan dari Reuters untuk memberikan komentar. Blued diluncurkan pada 2010 dan sekarang memiliki 40 juta pengguna terdaftar. Blued juga didukung oleh media pemerintah Beijing News.

Blued adalah gagasan dari seorang mantan polisi yang berhenti dari pekerjaannya untuk bermain Cupid dengan jutaan pria gay di China.

Grindr, aplikasi kencan gay yang terkenal dan berbasis di Los Angeles, juga dimiliki oleh perusahaan Cina. (jnp/age)