Situs ini berhasil meraup 500 juta pengguna Juni lalu setelah membeli Musical.ly. Aplikasi ini memiliki banyak pengguna di Amerika Serikat.
Analis itu menyebut bahwa Tik Tok mengisi kekosongan yang ditinggalkan Vine. Vine sempat populer di kalangan anak muda yang mengeksplorasi kreativitas dengan video super pendek. Namun, masa hidup Vine mesti berakhir karena gagal menemukan model bisnis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Pendapatan Tik Tok Melesat 275 Persen |
"Viral-as-a-service (layanan memviralkan sesuatu) adalah sesuatu yang bisa dipelajari oleh Silicon Valley dari aplikasi China ini. Artinya, aplikasi mereka yang sangat populer benar-benar mengenai pembuatan konten dan persona yang viral dan sangat melibatkan," jelasnya.
Lihat juga:Deretan Video Tik Tok yang Resahkan Netizen |
Fenomena ini juga mengundang kritik. Mereka menyebut popularitas para gadis muda mungkin akan membuat mereka terpapar komentar pedas dan potensi penyalahgunaan oleh rekan-rekan mereka, bahkan berpotensi menjadi target predator seksual. Para orang tua juga khawatir, sebab makin banyak perempuan muda yang menyanyikan lirik seksual.
Media melaporkan bahwa mereka telah mendokumentasikan kasus dimana pengguna dibombardir dengan komentar mengganggu, sementara yang lain diminta kontak pribadi, atau meminta gambar-gambar provokatif.
Pertengahan tahun ini, pemerintah Indonesia sempat memblokir Tik Tok. Blokir ini disampaikan setelah lebih dari 170 ribu orang menandatangani petisi bahwa aplikasi ini tidak cocok untuk anak-anak.
Lihat juga:Kominfo Segera Buka Blokir Tik Tok |
Di Perancis, 38 persen anak muda berusia 11 hingga 14 tahun memiliki akun Tik Tok, seperti disebut perusahaan yang melacak penggunaan internet, Generation Numerique. Gadis muda menjadi pengguna terbesar dari aplikasi ini sebesar 58 persen dibandingkan dengan 15 persen anak laki-laki.
"(Konten) TikTok umumnya berisi tarian dan nyanyian, hal yang sangat feminim dan jarang dilakukan laki-laki," jelas Cyril di Palma, Presiden Generation Numerique.
Lihat juga:Facebook Luncurkan Lasso, Pesaing TikTok |
William Soally (35), ayah dari anak perempuan berusia 12 tahun mengatasi masalah ini dengan berdiskusi dengan puterinya.
"Saya berbicara dengan anak saya dan kami memutuskan untuk menghapus aplikasi itu dari ponselnya," jelas Soally.
Namun, langkah ini tak mudah. Sebab, si anak merengek dengan air mata dan kekhawatiran soal hilangnya status sosial setelah menghapus aplikasi itu. (eks/eks)