Dengan kata lain, nantinya astronaut bisa menikmati kacang meski sedang berada di antariksa.
"Impian setiap astronaut adalah untuk bisa makan makanan segar seperti stroberi, tomat ceri atau apa pun yang benar-benar beraroma," kata Silje Wolff, ahli fisiologi tanaman di Pusat Penelitian Antar-disiplin Antariksa dalam Ruang (CIRiS) di NTNU.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mengatasi aspek psikologis dari makan sesuatu yang segar adalah salah satu tujuan kami," katanya.
"Makanan yang dikemas dengan vakum tidak benar-benar mengingatkanmu pada makanan. Punya sesuatu yang segar untuk merangsang nafsu makan dan reseptor yang tepat di otak adalah hal penting."
Lihat juga:Medan Magnet Bumi Bergerak Lebih Cepat |
"Astronaut suka berkebun dan segala hal yang mengingatkan mereka akan kehidupan di Bumi. Mereka menikmati merawat dan menyiram sayuran, dan membuat mereka berkecambah, "kata Wolff.
Untuk saat ini, Wolff dan timnya fokus pada polong yang masih perlu beberapa langkah lagi sebelum siap untuk dihidangkan sebagai makan malam.
Selain itu, hasil penelitian CIRiS ini dapat membawa implikasi lebih berdampak terutama untuk kota-kota dengan sedikit lahan untuk ditanami. Produksi makanan dapat dioptimalkan di ruang sempit dengan menanam tanaman langsung di air dalam sistem tertutup dalam ruangan, di mana semua aspek iklim, pemupukan dan irigasi diatur, kata Wolff. (evn)