ACCI Pertanyakan Negarawan Dirjen Aptika Soal Data Center

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 20/01/2019 16:11 WIB
ACCI Pertanyakan Negarawan Dirjen Aptika Soal Data Center Ilustras data center Google. (Foto: Google)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Asosiasi Cloud Computing Indonesia (ACCI) Alex Budiyanto heran dengan Dirjen Aptika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Semuel Abrijani Pangerapan yang mengatakan buruknya ekosistem data center di Indonesia.

Alex pun mempertanyakan negarawan Dirjen Aptika Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan terkait pernyataannya.

"Itu pandangan mereka sendiri. Kominfo itu harus lebih mengedepankan kepentingan nasional. Kalau statement Semuel lebih murah data di luar kemudian baru mengirim balik ke Indonesia. Itu saya rasa bukan dalam posisi negarawan atau dirjen," kata Alex di kantor Ombudsman RI, Jumat (18/1) malam.


Menurutnya perspektif Semuel tersebut menunjukkan bahwa Semuel memiliki gaya berpikir yang condong menguntungkan asing daripada lokal.

"Kalau statement Semuel lebih murah data di luar kemudian baru mengirim balik ke Indonesia. Saya pertanyakan sebenarnya jiwa atau pikiran Pak Semuel untuk orang luar atau Indonesia," tutur Alex.

Alex mengatakan seorang negarawan atau dalam hal ini seorang Direktur Jenderal seharusnya mempunyai perspektif untuk mencari solusi yang bisa menguntungkan negara. Dalam hal ini data center memiliki kekurangan dari sisi mahalnya biaya data center Indonesia dan buruknya jaringan interkoneksi.

"Tapi saya tidak mengerti orang sekaliber beliau harusnya punya perspektif lebih bagus untuk bagaimana memperbaiki hal hal yang dirasa kurang baik di dalam sehingga proses data infrastruktur di Indonesia itu bisa turun dan lebih murah," tutur Alex.

Bagi Alex, sesungguhnya tarif data center di Indonesia dibandingkan di luar negeri itu sebenarnya sama saja. Alex berpendapat seharusnya pemerintah mencari masalah apa yang membuat tarif lebih mahal.

Menurutnya seharusnya pemerintah dalam hal ini Kominfo membantu bisnis data center Indonesia agar bisa berkembang. Dengan berkembangnya bisnis data center Indonesia, maka harga yang ditawarkan juga bisa bersaing.

"Itu scale of economy ketika katakanlah konsumen di Indonesia banyak, bisnis berkembang maka pada akhirnya mereka bisa jual dengan lebih baik lagi," ucapnya.

Semuel beberapa waktu lalu sempat mengatakan bahwa interkoneksi jaringan data center di Indonesia masih buruk dan lebih mahal apabila dibandingkan di luar negeri.

"Di sistem kita ini, interkoneksinya ini jelek sekali. Bahkan, masih lebih murah untuk melempar data ke luar negeri baru membawanya ke Indonesia. Padahal seharusnya, data yang ada di Indonesia memiliki biaya lebih murah," kata Semuel. (jnp/mik)