Kronologi Isu Pailit Advan

CNN Indonesia | Sabtu, 09/02/2019 20:13 WIB
Kronologi Isu Pailit Advan Ilustrasi. (REUTERS/Lucas Jackson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Vendor ponsel lokal Advan menjelaskan kronologi isu kepailitan yang dialaminya. Public Relations Manager Advan Mohamad Ilham Pratama menjelaskan PT Bangga Teknologi Indonesia (BTI) sebagai pemegang merek dagang Advan baru mengetahui berita kepailitan yang diajukan oleh Advan pada Kamis (7/2) malam.

"Pada Kamis, 7 Februari 2019 sekitar pukul 8.45 WIB, kami PT Bangga Teknologi Indonesis (BTI) selaku pemegang merek dagang Advan produsen smartphone dan tablet mendapat informasi akan adanya pemberitaan bahwa Advan mengajukan pailit," kata Ilham saat melakukan konferensi pers di daerah Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/2).

Informasi tersebut dijelaskan oleh Ilham berasal dari rekan dan mitra bisnis Advan yang menanyakan kebenaran pemberitaan tersebut. Setelah dipelajari, ternyata diketahui Advan yang dimaksud adalah PT Advan Teknologi Solusi bukan PT BTI.


"PT Advan Teknologi Solusi yang disebut sebagai distributor telepon selular. Kemudian, pemberitaan tersebut rupanya ada kekeliruan pemasangan foto pendukung. Baik foto produk maupun logo perusahaan," kata Ilham.

Menurutnya, PT BTI tidak mempermasalahkan kebenaran berita kepailitan tersebut. Akan tetapi, pihaknya keberatan dengan adanya media yang menggunakan foto merek dagang Advan.

Ilham mengatakan penggunaan foto merek dagang Advan ini adalah sebuah kekeliruan dan menyebabkan misinformasi. Ia mengatakan beberapa media menggunakan gambar merek Advan yang terpampang di depan gerai ponsel atau hanya menampilkan logo perusahaan.

Padahal PT Advan Teknologi Solusi tidak memiliki hubungan apapun dengan merek dagang Advan. Meskipun PT Advan Teknologi Solusi adalah distributor ponsel, Ilham mengatakan PT BTI tidak memiliki hubungan kerja sama dengan perusahaan tersebut.

"Sebenarnya sangat kagetnya adalah kami tidak mempermasalahkan isi beritanya karena kalau dari baca berita. Memang benar apa adanya, mungkin ada kekeliruan pemasangan fotonya. Untuk foto pendukung dari berita tersebut," tutur Ilham.

Ilham menjelaskan pihaknya tidak akan membawa misinformasi ini ke ranah hukum. Ia menegaskan pihaknya berusaha menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan.

[Gambas:Video CNN]

"Langkah yang dilakukan adalah mencoba menghubungi media yang mempublikasikan artikel tersebut. Upaya kekeluargaan kami lakukan. Dan, setelah kami jelaskan bahwa PT BTI tidak ada kaitan, hubungan dengan PT Advan Teknologi Solusi. Kemudian, PT BTI pun dalam keadaan sehat," ujar Ilham.

Ilham mengakui beberapa media yang salah menggunakan foto itu telah meminta maaf dan mengganti foto dalam berita tersebut . Setelah itu PT BTI memberikan klarifikasi ke media maupun ke rekan bisnis yang resah akibat isu pailit tersebut. (jnp/age)