Dephan AS Kaji Ulang Izin Peluncuran Roket Milik Space

CNN Indonesia | Rabu, 13/02/2019 07:12 WIB
Dephan AS Kaji Ulang Izin Peluncuran Roket Milik Space Ilustrasi roket Falcon 9 milik SpaceX. (Foto: SpaceX)
Jakarta, CNN Indonesia -- Departemen Pertahanan AS akan mengkaji ulang sertifikasi peluncuran roket milik SpaceX. Dalam sebuah memo, Senin (11/2) sertifikasi tersebut bertujuan untuk menilai ulang kelayakan roket rancangan perusahaan milik Elon Musk tersebut.

Evaluasi ini dilakukan untuk menentukan apakah Angkatan Udara AS memenuhi pedoman peluncuran layanan sertifikasi saat mengesahkan desain sistem peluncuran roket yang dikembangkan SpaceX.

"Tujuan evaluasi ini untuk menentukan apakah Angkatan Udara AS mematuhi panduan saat mensertifikasi desain sistem peluncuran roket Falcon 9 dan Falcon Heavy milik SpaceX," tulis Wakil Inspektur Departemen Pertahanan AS Jenderal Michael Roark dalam memo.


Mengutip Reuters, dalam memo tersebut diungkap jika evaluasi akan mulai dilakukan bulan ini di kantor Stasiun Pengendali Luar Angkasa Angkatan Udara As di Los Angeles Air Force Base di El Segundo, California.

SpaceX diminta untuk memberikan kontak orang yang sangat mengenal seluk beluk peluncuran roket yang akan disertifikasi dalam waktu lima hari sejak memorandum tersebut diumumkan. 

Selain Boeing dan Lockheed Martin, SpaceX merupakan mitra yang ditunjuk Lembaga Luar Angkasa AS (NASA) untuk meluncurkan misi dan membawa kargo kebutuhan astronaut ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Desember lalu, SpaceX baru meluncurkan roket satelit navigasi militer AS dari Cape Canaveral, Florida, AS.

[Gambas:Video CNN] (lea/evn)