Pengumuman PHK ini cukup mengejutkan ditengah banyak misi ambisius yang tengah ditargetkan perusahaan itu. Apalagi saat ini SpaceX tengah mengumpulkan pendanaan baru senilai US$500 juta (sekitar Rp7 triliun; kurs US$1 = 14,077.55).
Pendanaan baru ini, bakal menambah valuasi perusahaan menjadi US$30,5 miliar (Rp429,3 triliun). Valuasi ini membuat SpaceX menjadi salah satu perusahaan startup teknologi yang paling berharga di dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jumat itu, SpaceX meminta karyawan untuk pulang dan mengecek surel untuk mengetahui apakah mereka mendapat surat pemecatan. Karyawan pun diliburkan sepanjang akhir pekan, tidak ada pertemuan apapun yang bisa dilakukan di kantor SpaceX.
Pemecatan ini diperkirakan terjadi merata di seluruh lini perusahaan dan tidak menyingkirkan satu divisi khusus. Kabar pemecatan ini mengejutkan sejumlah karyawan SpaceX, namun beberapa orang telah memperkirakan hal ini.
Lihat juga:SpaceX Siap Uji Coba Terbang Crew Dragon |
Permintaan untuk peluncuran SpaceX dan layanan telekomunikasinya sangat tinggi. Banyak startup yang mulai meluncurkan satelit kecil untuk mengumpulkan data dan gambar Bumi dari udara. Bisnis lain yang tengah dikembangkan SpaceX adalah membuat konstalasi satelit Starlink. Konstelasi ini digunakan untuk menyediakan layanan internet di wilayah-wilayah yang tidak terjangkau kabel dan BTS operator.
Perusahaan Amerika Serikat itu juga tengah membangun mesin Raptor dan Starship untuk melakukan misi membawa kargo ke Mars pada 2022. Setelah itu mereka akan membawa manusia ke Mars pada 2024.
Berita pemecatan ini bersamaan dengan keberhasilan SpaceX untuk mendaratkan SpaceX Dragon kembali ke Bumi di pangkalan tengah laut mereka pada malam hari. Pesawat ruang angkasa ini digunakan untuk mengirimkan logistik ke ISS (International Space Station), seperti ditulis CNBC. (eks)