Ketika Elon Musk Mesti Pecat 577 Karyawan SpaceX

CNN Indonesia | Rabu, 16/01/2019 07:42 WIB
Ketika Elon Musk Mesti Pecat 577 Karyawan SpaceX Ilustrasi (David McNew/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden SpaceX dan COO Gwynne Shotwell beserta CEO Elon Musk mesti menyampaikan kabar pahit untuk melakukan PHK kepada 577 karyawan mereka Jumat (11/1) lalu. Menurut tiga orang yang menghadiri rapat dan menyaksikannya lewat video Musk dan Shotwell mesti melakukan restrukturisasi besar-besaran di SpaceX.

Pengumuman PHK ini cukup mengejutkan ditengah banyak misi ambisius yang tengah ditargetkan perusahaan itu. Apalagi saat ini SpaceX tengah mengumpulkan pendanaan baru senilai US$500 juta (sekitar Rp7 triliun; kurs US$1 = 14,077.55).

Pendanaan baru ini, bakal menambah valuasi perusahaan menjadi US$30,5 miliar (Rp429,3 triliun). Valuasi ini membuat SpaceX menjadi salah satu perusahaan startup teknologi yang paling berharga di dunia.


Setelah restrukturisasi ini, SpaceX masih mempekerjakan 6.400 orang, seperti disebutkan dua orang yang terkena pemutusan hubungan kerja. Dalam pernyataannya, SpaceX menyebut kalau PHK itu mesti dilakukan untuk melanjutkan layanan bagi pelanggan dan menyukseskan pengembangan pesawat antar planet dan internet luar angkasa global, SpaceX mesti jadi perusahaan yang lebih ramping.

Jumat itu, SpaceX meminta karyawan untuk pulang dan mengecek surel untuk mengetahui apakah mereka mendapat surat pemecatan. Karyawan pun diliburkan sepanjang akhir pekan, tidak ada pertemuan apapun yang bisa dilakukan di kantor SpaceX.

Perusahaan itu mengirimkan surel pemecatan pada Jumat malam. Dalam surel itu perusahaan juga menawarkan bantuan untuk menulis referensi dan pencarian kerja.

Pemecatan ini diperkirakan terjadi merata di seluruh lini perusahaan dan tidak menyingkirkan satu divisi khusus. Kabar pemecatan ini mengejutkan sejumlah karyawan SpaceX, namun beberapa orang telah memperkirakan hal ini.

Pada Mei 2018, Shotwell menyatakan kalau SpaceX mendulang untung meski mengalami kesulitan finansial tahun itu. Hal serupa dialami perusahaan ini saat roket Falcon 9 meledak pada 2016. Saat itu, SpaceX mesti mengais pendanaan sedikit demi sedikit. "Kami menjadi sangat pemilih terhadap investor perusahaan. Mereka harus memiliki visi jangka panjang seperti kami."

Permintaan untuk peluncuran SpaceX dan layanan telekomunikasinya sangat tinggi. Banyak startup yang mulai meluncurkan satelit kecil untuk mengumpulkan data dan gambar Bumi dari udara. Bisnis lain yang tengah dikembangkan SpaceX adalah membuat konstalasi satelit Starlink. Konstelasi ini digunakan untuk menyediakan layanan internet di wilayah-wilayah yang tidak terjangkau kabel dan BTS operator.

Perusahaan Amerika Serikat itu juga tengah membangun mesin Raptor dan Starship untuk melakukan misi membawa kargo ke Mars pada 2022. Setelah itu mereka akan membawa manusia ke Mars pada 2024.

Berita pemecatan ini bersamaan dengan keberhasilan SpaceX untuk mendaratkan SpaceX Dragon kembali ke Bumi di pangkalan tengah laut mereka pada malam hari. Pesawat ruang angkasa ini digunakan untuk mengirimkan logistik ke ISS (International Space Station), seperti ditulis CNBC. (eks)