Kapsul Luar Angkasa SpaceX Berhasil Diluncurkan

CNN Indonesia | Sabtu, 02/03/2019 16:40 WIB
Kapsul Luar Angkasa SpaceX Berhasil Diluncurkan Peluncuran kapsul luar angkasa SpaceX, Crew Dragon, berhasil meluncur (REUTERS/Mike Blake)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kapsul tanpa awak SpaceX, Crew Dragon, telah berhasil meluncur dari landasan NASA, Sabtu (2/3). Kapsul tersebut terbang menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station-ISS) dan dijadwalkan akan mendarat besok pagi (3/3).

Crew Dragon berhasil meluncur pada 02:49 waktu setempat atau 14:49 WIB dari Kennedy Space Center di Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat. Kapsul yang kelak akan digunakan untuk membawa astronaut ke ISS itu diluncurkan dengan roket Falcon 9 SpaceX.

Di dalam kapsul terdapat boneka dummy yang berakting sebagai astronaut yang dibawa ke orbit Bumi. Boneka yang dinamakan Ripley ini telah dipasang berbagai sensor untuk mengetahui kondisi apa saja yang mungkin menimpa astronaut ketika diterbangkan dengan kapsul tersebut.


Kapsul Crew Dragon dengan tinggi 4,9 meter ini berhasil terlepas dari roket setelah meluncur 11 menit kemudian. Kapsul itu lantas melanjutkan perjalanannya menuju ISS.

Kapsul ini lantas akan disambut oleh tiga kru penghuni ISS yang membawa 181 kilogram logistik dan berbagai perangkat untuk melakukan pengetesan, seperti dijelaskan NASA.

Crew Dragon akan melakukan serangkaian pengetesan selama lima hari melekat di ISS. Astronaut AS Anne McClain dan astronaut Kanada David Saint-Jacques akan melakukan pengetesan dan menginspeksi kabin Crew Dragon.

NASA telah memberikan proyekkepadaSpaceX dan Boeing untuk membangun kapsul dan roket guna mengirimkan astronaut ke orbit. Keduanya mendapat dana US$6,8 miliar untuk menjalankan misi tersebut.
AS terakhir kali mengirimkan astronaut ke ruang angkasa pada 2011 ketika mereka menghentikan operasi Space Shuttle mereka. Pesawat ulang alik ini telah beroperasi selama 30 tahun.

Jika peluncuran ini berhasil, maka AS akan mengakhiri ketergantungan mereka atas roket dan pesawat ruang angkasa Rusia. AS mesti membayar US$80 juta perorang untuk tiap perjalanan pergi pulang ke ISS. Di ISS yang mengapung 402 kilometer di atas bumi, AS memiliki laboratorium penelitian seniali US$100 miliar.

Meski peluncuran telah dilakukan, namun masih ada keraguan apakah NASA bisa memenuhi target untuk menerbangkan sendiri astronautnya tahun ini. SpaceX dan Boeing masih harus memenuhi ketentuan ranangan dan prosedur keselamatan tertentu sebelum mereka benar-benar bisa menerbangkan manusia. (Reuters/eks)