Laporan dari Barcelona

Adu Koneksi Internet 'Roaming' vs Operator Lokal di Barcelona

CNN Indonesia | Minggu, 03/03/2019 15:55 WIB
Adu Koneksi Internet 'Roaming' vs Operator Lokal di Barcelona Gereja Sagrada Familia di Spanyol. (Foto: Istockphoto/Herraez)
Barcelona, CNN Indonesia -- Internet menjadi salah satu kebutuhan utama ketika Anda akan melakukan perjalanan jauh. Era digital telah mengubah internet dari kebutuhan tersier menjadi kebutuhan primer.

Ketika bepergian ke luar negeri, akses internet menjadi pegangan utama untuk mencari alamat hingga akses transportasi umum. Ditambah saat ini internet juga dibutuhkan untuk ajang eksistensi diri hingga eksplorasi tempat menarik di negara atau kota tujuan.

Untuk kebutuhan akses internet, kini Anda bisa memilih menggunakan jasa sewa modem dengan paket roaming dari Indonesia.


CNNIndonesia.com mencoba membandingkan dua macam koneksi internet melalui modem dan operator lokal ketika berkunjung ke Barcelona, Spanyol. Sejauh mana kemampuan keduanya?

Khusus untuk paket roaming, pastikan Anda sudah menyalakannya sebelum bepergian. Jangan khawatir, masa aktif baru akan dihitung ketika sudah tiba di kota atau negara tujuan.

Dari Indonesia, kami membawa 'bekal' model XL Axiata yang telah diaktifkan paket roaming sebesar 70 GB seharga Rp350 ribu dengan masa aktif 7 hari. XL mencatat paket yang sama juga bisa digunakan di 49 negara. Kendati hitungan masa aktif baru dimulai saat tiba di tujuan, ketika kebutuhan mendesak modem bisa diaktifkan saat transit.

Ketika tiba di Bandara El-Prat Barcelona, modem otomatis mendapatkan sinyal Orange, operator seluler Spanyol yang bermitra dengan XL. Dalam situs resminya, XL bermitra dengan Orange dan Vodafone di Spanyol.

Membandingkan Koneksi Internet Roaming vs Operator LokalIlustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Hani Nur Fajrina)

Saat di Bandara El-Prat, entah tangkapan sinyal atau lokasi memang diblok dari sinyal operator manapun, kami tidak bisa mendapatkan sinyal sama sekali.

Namun, begitu keluar area bandara, modem sudah lancar digunakan baik di ponsel maupun handphone. Kecepatan rata-rata yang didapatkan pun lebih cepat dari di Tanah Air.

Terpantau modem bisa mencatat kecepatan unduh sekitar 102 Mbps dan kecepatan unggah sekitar 45 Mbps.

Operator lokal lebih 'ngebut'

Di saat bersamaan, kami juga membandingkan kecepatan akses internet menggunakan operator lokal. Pilihan dijatuhkan pada Vodafone, karena berdasarkan riset operator ini salah satu yang memiliki cakupan dan kualitas jaringan terbaik di Eropa.

Berbeda dengan paket roaming, harga kartu perdana terhitung lebih mahal. Ada tiga pilihan yang ditawarkan yakni paket dasar, paket sosial hingga paket premium. Masing-masing paket dibanderol 35 euro, 40 euro dan 50 euro atau jika dikonversi sekitar Rp560 ribu hingga Rp800 ribu. Kartu akan aktif selama 14 hari dengan pulsa telepon gratis sekitar 15 menit.

Selain soal harga, perbedaan juga terdapat pada pemberian kuota internet 'hanya' 4 GB. Kendati begitu, Vodafone menawarkan akses tanpa batas dan FUP ke aplikasi populer seperti Google Maps, Instagram, WhatsApp, Netflix hingga YouTube.

Menyoal kecepatan akses internet, Vodafone terhitung jauh lebih 'ngebut' dibandingkan dengan modem.

Saat dites, kecepatan unduh mencapai 137 Mbps, sementara unggah hingga 46,6 Mbps.

Untuk akses internet, sebenarnya sejumlah negara menawarkan akses WiFi gratis bagi turis. Hanya saja, tidak semua tempat menyediakan fasilitas WiFi gratis.

Membeli nomor seluler lokal atau modem dengan paket roaming tetap memberikan keuntungan, asalkan sesuai 'kantong' dan lama tinggal. (age/evn)