Mitra Gojek Punya Jam Kerja Fleksibel dan Bisa Menabung

Gojek, CNN Indonesia | Kamis, 28/03/2019 17:22 WIB
Mitra Gojek Punya Jam Kerja Fleksibel dan Bisa Menabung Sopir Gojek melayani konsumen yang ingin diantar ke suatu tempat. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Punya waktu kerja yang fleksibel saat ini sulit ditemui di kota-kota besar. Banyak orang merasa dengan sistem kerja yang bisa bernegoisasi dengan waktu adalah pilihan tepat tanpa harus mengurangi produktivitas kerja dan tetap bisa menabung.

Dari hasil survei 'Dampak Gojek terhadap Perekonomian Indonesia di 2018' oleh Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI, salau satu perusahaan yang bisa mewujudkan mimpi orang banyak itu adalah Gojek.

Kehadiran perusahaan Unicorn, Gojek pada industri transportasi telah memberi kontribusi terhadap perekonomian di Tanah Air, terutama meningkatkan taraf kesejahteraan mitra.


Dalam riset itu menjelaskan bahwa masyarakat optimistis bergabung dengan Gojek karena mereka dapat menyejahterakan keluarga, lebih banyak waktu bersama keluarga ujung dari fleksibilitas mengenai jam kerja.

Riset tersebut menyebutkan bahwa penghasilan mitra Gojek di atas rata-rata Upah Minimum Kerja (UMK). Rata-rata UMK di Jabodetabek Rp3,9 juta, sementara di luar Jabodetabek Rp2,8 juta.

Adapun rincian rata-rata pendapatan mitra Goride di Jabodetabek Rp4,9 juta, Goride di luar Jabodetabek senilai Rp3,8 juta. Selanjutnya pemasukan Gocar Jabodetabek Rp6 juta lalu Gocar di luar Jabodetabek Rp5,5 juta.

Sementara sisi kesejahteraan, 87 persen mitra Goride optimistis menghidupi keluarga dengan layak, dan 83 persen optimistis dapat menyekolahkan anak. Begitu juga pengemudi Gocar 92 persen optimistis menghidupi keluarga dengan layak, dan 91 persen optimistis dapat menyekolahkan anak.

Dampak Terhadap Perekonomian Indonesia

Gojek, dalam riset itu disebutkan juga telah memberi kontribusi terhadap perekonomian Indonesia.

Dari empat layanannya saat ini Goride, Gocar, Gofood, dan Golife, Gojek sudah memberi kontribusi mencapai Rp44,2 triliun pada 2018. Angka tersebut naik dari riset yang sama pada 2017, dengan jumlah Rp15,1 triliun.

"Kontribusi semakin besar dari GOJEK menunjukkan bahwa teknologi mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi digital. GOJEK sebagai pemain utama industri teknologi di Indonesia telah menunjukkan kemampuan inovasi teknologinya untuk memperluas peluang penghasilan," kata Wakil Kepala LD FEB UI, Dr. Paksi C.K. Walandouw melalui keterangan resminya.

Jika diurai, Goride menyumbang Rp16,5 triliun, Gocar berkontribusi Rp8,5 triliun, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Gofood Rp 18 triliun, dan Golife kontribusinya Rp1,2 triliun.

"Kontribusi mitra UMKM Gofood 2018 naik hampir tiga kali lipat dibanding tahun 2017. Pertumbuhan kontribusi mitra UMKM Gofood ini antara lain disebabkan oleh optimalisasi fitur teknologi Gojek yang digunakan oleh mitra UMKM Gofood," kata dia.

Riset ini diketahui dilakukan di beberapa kota besar Indonesia dengan metode kuantitatif melalui wawancara tatap muka. Penentuan responden penelitian dilakukan dengan pencuplikan acak sederhana dari database mitra yang aktif tiga bulan terakhir;

Sampel penelitian ini mewakili populasi mitra pengemudi, mitra UMKM, dan Golife di wilayah penelitian. Riset dilakukan dalam skala dan cakupan terbesar pada industri ekonomi digital Indonesia dengan margin of error di bawah 3,5 persen. (ryh/mik)