"Kita akui sampai hari ini masih ada 20 persen area di dalam rute tersebut agak lemah," kata VP Technology Relations and Special Project Smartfren Munir Syahda Prabowo di Bandung, Jawa Barat, Kamis (25/4).
Titik lemah jaringan ini terjadi karena struktur geografis pada beberapa wilayah. Munir mencontohkan wilayah pegunungan dengan jalan yang berkelok-kelok menyebabkan sinyal yang disebarkan Base Transceiver Station (BTS) tidak tersebar secara merata.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"BTS (Base Transceiver Station) saya di sini jalan melingkar di balik gunung, ya tidak bisa. Karena gunung itu tanah, frekuensi kalau kena tanah hilang. Ya kita tidak bisa lawa alam" ujar Munir.
Menurutnya saat ini pihaknya sudah membawa BTS ke lokasi-lokasi yang menjadi titik lemah sinyal. Sementara itu, BTS yang terpasang di kendaraan disiapkan untuk melayani apabila terjadi lonjakan permintaan data.
Lihat juga:Kominfo Pelajari Penerapan eSIM di Indonesia |
Munir berjanji dengan solusi ini, titik lemah jaringan akan bisa ditanggulangi pada akhir April. Selambat-lambatnya pada awal Mei saat bulan Ramadan dimulai.
Selain mengerahkan MBTS, Smartfren juga meningkatan kapasitas jaringan sebesar 30 persen, membentu satuan petugas dengan 200 teknisi untuk mengantisipasi gangguan jaringan, dan melakukan pemantauan intensif dua minggu sebelum dan setelah Lebaran.
(jnp/eks)