Smartfren Akui Lemah Sinyal di 20 Persen Titik Jalur Mudik

CNN Indonesia | Kamis, 25/04/2019 12:00 WIB
Smartfren Akui Lemah Sinyal di 20 Persen Titik Jalur Mudik Ilustrasi (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Smartfren mengakui masih ada 20 persen jaringan yang menjadi titik lemah di sepanjang jalur mudik. Ketersediaan jaringan internet yang memadai di sepanjang jalur mudik memang krusial mengingat akan ada lonjakan pengguna selama tradisi pulang kampung itu berlangsung.

"Kita akui sampai hari ini masih ada 20 persen area di dalam rute tersebut agak lemah," kata VP Technology Relations and Special Project Smartfren Munir Syahda Prabowo di Bandung, Jawa Barat, Kamis (25/4).

Titik lemah jaringan ini terjadi karena struktur geografis pada beberapa wilayah. Munir mencontohkan wilayah pegunungan dengan jalan yang berkelok-kelok menyebabkan sinyal yang disebarkan Base Transceiver Station (BTS) tidak tersebar secara merata.


Menurut Munur, jalur mudik Bandung-Tasikmalaya dan Purworejo-Magelang merupakan wilayah yang menjadi titik lemah sinyal internet Smartfren.

"BTS (Base Transceiver Station) saya di sini jalan melingkar di balik gunung, ya tidak bisa. Karena gunung itu tanah, frekuensi kalau kena tanah hilang. Ya kita tidak bisa lawa alam" ujar Munir.

Munir mengatakan untuk menanggulangi masalah ini, pihaknya akan mengerahkan 75 Mobile BTS (MBTS) di wilayah tersebut. Munir mengatakan MBTS ini terbagi menjadi dua jenis, yakni BTS yang terpasang dengan kendaraan dan BTS yang dibawa oleh kendaraan.

Menurutnya saat ini pihaknya sudah membawa BTS ke lokasi-lokasi yang menjadi titik lemah sinyal. Sementara itu, BTS yang terpasang di kendaraan disiapkan untuk melayani apabila terjadi lonjakan permintaan data.

"Untuk BTS yang embedded dengan kendaraan itu ada empat di setiap regional yang setiap saat bisa gerak. Kami ada tujuh regional, berarti ada 28," ujar Munir.

Munir berjanji dengan solusi ini, titik lemah jaringan akan bisa ditanggulangi pada akhir April. Selambat-lambatnya pada awal Mei saat bulan Ramadan dimulai.

Selain mengerahkan MBTS, Smartfren juga meningkatan kapasitas jaringan sebesar 30 persen, membentu satuan petugas dengan 200 teknisi untuk mengantisipasi gangguan jaringan, dan melakukan pemantauan intensif dua minggu sebelum dan setelah Lebaran.


(jnp/eks)