Setelah Taksi dan Ojek, Giliran Angkot Online Mengaspal

CNN Indonesia | Jumat, 03/05/2019 19:00 WIB
Setelah Taksi dan Ojek, Giliran Angkot Online Mengaspal Tron, aplikasi angkot online memulai debut perdana di Bekasi. (Foto: CNN Indonesia/Jonathan Patrick)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kemunculan ojek dan taksi daring (online) yang memudahkan masyarakat kini merambahkan ke ranah angkutan umum (angkot). Tron, aplikasi ride sharing angkot memulai debut perdananya di kota Bekasi Jawa Barat.

Sama halnya dengan ojek dan taksi, angkot daring juga membuat penumpang tak perlu lagi berjalan kaki jauh ke halte atau tempat pemberhentian angkot di pinggir jalan.

CEO Tron David Santoso mengatakan aplikasi Tron telah dirancang untuk menyedakan skema agar sopir angkot bisa mengubah rute agar bisa mendekati penumpang yang sesuai dengan trayek angkot tersebut.


"Dengan menggunakan aplikasi TRON maka masyarakat dapat lebih mudah naik angkot karena tidak perlu lagi berjalan jauh untuk naik. Dan tidak lagi hanya bisa manggil di jalan," kata David saat peresmian Tron di  GOR Patriot Candrabaga Bekasi, Jumat (3/5).

Penumpang hanya perlu memasukkan tujuan dan akan diarahkan ke halte virtual terdekat untuk menunggu angkot. David mengatakan saat ini pihaknya sudah menyiapkan 40 halte virtual atau titik penjemputan di Bekasi.

Ke depannya, Tron akan menyiapkan 400 halte virtual yang dibutuhkan penumpang agar tak perlu lagi berjalan jauh dan menunggu lama untuk naik angkot.

"Setelah kami analisis di Bekasi itu butuh  400 halte virtual. Lokasinya tidak akan jauh dari permukiman warga dengan jarak minimum 300 meter," pungkasnya.

Pada tahap awal Tron hadir untuk 30 angkot yang terbagi di dua trayek yakni trayek K-11 yang terbagi menjadi tiga rute dan K-12 yang terdiri dari satu rute.

Menyoal sistem bagi hasil dengan pengemudi dan pengelola angkot, David mengatakan pihaknya masih memberlakukan subsidi dan belum mengambil potongan dari pendapatan angkot.

"Kami masih memberlakukan subsidi untuk periode tertentu sehingga belum ada sistem bagi hasil. Tapi nanti kita berjalan dan akan menerapkan mungkin sekitar 10 persen dari tarif," ucapnya. (jnp/evn)