Hujan Meteor Eta Akuarid Hiasi Langit Saat Sahur Hari Kedua

Tim, CNN Indonesia | Senin, 06/05/2019 11:18 WIB
Hujan Meteor Eta Akuarid Hiasi Langit Saat Sahur Hari Kedua Hujan meteor eta Akuarid akan terjadi Selasa (7/5) sebelum fajar atau saat makan sahur. (Foto: amsmeteors.org)
Jakarta, CNN Indonesia -- Awal Ramadan tahun ini langit akan dihiasi hujan meteor Eta Akuarid yang muncul dengan intensitas terbesar pada Selasa (7/5) dini hari sebelum fajar. Waktu terbaik untuk mengamati hujan meteor ketika titik radian muncul sebelum fajar sekitar pukul 3.00 dini hari atau saat waktu sahur hari kedua.

Nama Eta Akuarid diambil dari daerah titik radiannya (titik kemunculan meteor di langit). Meteor ini tampak muncul di konstelasi Aquarius, tepatnya dekat salah satu bintang rasi tersebut yakni Eta Akuarii.

Meteor pertama akan tampak di langit timur. Durasi keseluruhan hujan meteor Eta Akuarid tampak menghiasi langit selama 20-40 menit. Meteor-meteor ini akan muncul satu per satu melesat lengkap dengan ekornya di langit.


Jika diamati dari Indonesia, pada puncak hujan meteor akan ada 20 hingga 40 meter per jam yang melintasi langit. Bumi belahan selatan bisa mellihat hingga 60 meteor per jam pada puncak hujan meteor. Sementara Bumi belahan utara pada puncak hujan meteor hanya bisa mengamati 30 meteor per jam.

Bulan sabit tipis akan tampak terbenam di awal malam dan membuat langit tampak lebih gelap. Untuk mengamatinya, pastikan Anda berada di lokasi yang gelap dan minim polusi cahaya.

Mengutip Earthsky, meteor-meteor pada hujan meteor Eta Akuarid berasal dari debris yang ditinggalkan komet Halley. Setiap tahunnya, Bumi melintasi jalur bekas orbit komet Halley pada 17 April hingga 24 Mei sehingga membuat serpihan komet masuk ke atmosfer Bumi sebagai meteor.

Saat mendekati matahari, sebuah komet bisa menguat dan meninggalkan jejak debu dan batuan di sepanjang jalur orbit yang dilewati. Puing-puing komet menabrak atmosfer teratas Bumi dengan kecepatan hampir 240 ribu kilometer per jam. (evn/evn)


BACA JUGA