Grab dan Gojek Jamin Pengemudi Terlindung Asuransi Usai Demo

CNN Indonesia | Kamis, 23/05/2019 15:19 WIB
Grab dan Gojek Jamin Pengemudi Terlindung Asuransi Usai Demo Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Grab dan Gojek memastikan pihaknya menyediakan asuransi kecelakaan bagi mitra pengemudi dan penumpang. Hal ini disampaikan untuk menjamin keselamatan pengemudi dan penumpang usai aksi demo 22 Mei.

Kendati demikian, Grab memastikan asuransi ini haya berlaku bagi penumpang dan pengemudi yang sedang dalam perjalanan. Dengan kata lain, asuransi tidak berlaku bagi pengemudi yang ikut turun sebagai peserta aksi 22 Mei.

"Kami sediakan asuransi kecelakaan untuk seluruh mitra pengemudi dan penumpang, yang melindungi mereka selama perjalanan bersama Grab," ujar juru bicara Grab saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (23/5)


Informasi mengenai detail aasuransi bagi pengemudi bisa dicek melalui tautan https://www.grab.com/id/insurance/. Dalam tautan tersebut dijelaskan cara mengklaim asuransi hingga nominal asuransi yang diterima oleh mitra.

Dihubungi terpisah, VP corporate corporate affairs Gojek Michael Say menjelaskan pada dasarnya setiap mitra pengemudi mendapat perlindungan asuransi saat sedang menjalani pesanan.

Michael mengatakan apabila mira pengemudi mengikuti program asuransi di Gojek Swaday, maka mitra bisa mendapat perlindungan yang komprehensif kapan pun meskipun tidak sedang mengambil pesanan.

"Untuk kejadian khusus seperti saat kerusuhan, apabila mitra menjadi korban, kami mengimbau agar keluarga terdekat segera menghubungi kantor operasional Gojek untuk mendapatkan bantuan," kata Michael kepada CNNIndonesia.com, Kamis (23/5).

Sebelumnya kedua perusahaan penyedia transportasi darin ini juga mengeluarkan imbauan kepada pengemudi untuk menjauhi area demo 22 Mei. Imbauan tersebut dikirimkan melalui pesan singkat dan notifikasi di aplikasi pengemudi.

"Selain imbauan untuk menjauhi area-area terdampak yang harapannya adalah untuk mitra pengemudi tidak mengambil order dari area berbahaya," ungkap juru bicara Grab. (jnp/evn)