Shopee Akui Interaksi Medsos Turun Pasca Aksi 22 Mei

CNN, CNN Indonesia | Kamis, 30/05/2019 00:43 WIB
Shopee Akui Interaksi Medsos Turun Pasca Aksi 22 Mei Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Shopee mengakui adanya penurunan interaksi di media sosial akibat pembatasan akses media sosial pasca aksi 22 Mei lalu. Interaksi yang dimaksud adalah penurunan keterlibatan konsumen untuk berkomentar ketika Shopee mempromosikan sebuah kampanye di media sosial.

Direktur Shopee Indonesia Handhika Jahja mengatakan pembatasan akses media sosial memang tidak berdampak secara langsung karena Shopee merupakan platform e-commerce. 

Sementara itu, pembatasan akses diberlakukan untuk media sosial seperti Facebook, Instagram, dan aplikasi pesan instan seperti Line serta WhatsApp.
"Kita kita melihatnya mungkin dari sisi kualitatif komentar dari sisi sosial media sosial itu yang menurun. Dari sisi engagement sosial media kita yang menurun," kata Handhika saat konferensi pers di Kantor Shopee, Jakarta Selatan, Rabu (29/5).


Ia mengatakan saat ini engagement konsumen di media sosial sudah berangsur pulih pasca pembatasan akses media sosial tersebut. Pemerintah memang telah menghentikan pembatasan akses media sosial sejak 25 Mei.

Handhika menjelaskan pembatasan akses media sosial tidak membuat volume transaksi di Shopee menurun. Akan tetapi ia mengatakan pembatasan akses media sosial memang memberikan dampak yang tidak terlalu signifikan.
Dalam kesempatan yang berbeda,  Country Brand Manager Shopee, Rezki Yanuar mengatakan pembatasan akses media sosial sendiri berlaku di platform Facebook, Instagram, dan WhatsaApp. Sehingga transaksi penjualan melalui mobile apps Shopee masih berjalan dengan normal. 

Shopee justru memprediksi bahwa transaksi di platform miliknya akan terus bertumbuh seiring penerimaan Tunjangan Hari Raya (THR). Shopee sendiri mencatat peningkatan tiga kali lipat pada minggu pertama Ramadan dibandingkan tahun lalu.

"Di awal minggu Ramadhan 2019, Shopee sendiri mencatatkan peningkatan transaksi hingga 3 kali lipat dibandingkan dengan tahun lalu," kata Rezky. (jnp/age)