Pengakuan itu terlontar saat melakukan wawancara dengan CBS News, seperti dilansir Phys. Dalam wawancara, Muilenburg diminta penegasannya soal Boeing yang tidak memberi tahu Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA) selama lebih dari satu tahun bahwa perusahaannya telah menonaktifkan sensor angle of attack yang dirancang untuk memberikan data terkait sikap pesawat terhadap aliran udara dari depan selama penerbangan.
Sensor yang bekerja dengan memberikan data ke Sistem Augmentasi Karakteristik Manuver (MCAS) itu diketahui bermasalah dalam kejadian kecelakaan Lion Air JT-601 dan Ethiopian Airlines.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, saat menghadiri acara konferensi investor di New York, Rabu (28/5) kemarin Muilenberg mengatakan Boeing tengah meninjau penyesuaian kompensasi bersama Lion Air dan Ethiopian Airlanes untuk diberikan kepada keluarga korban.
"Kami tahu kami telah membuat mereka [keluarga korban] kesulitan dan itu menyakitkan. Kompensasi ini sebagai bentuk perhatian kepada mereka," ujar Muilenburg.
Selain itu, FAA meminta Boeing untuk menambahkan kapasitas penyimpanan tambahan pesawat di Washington dan Texas.
[Gambas:Video CNN] (din/osc)