Tips Otomotif

Tips Aman Mengemudi Mudik Lewat Satu Arah Tol Trans Jawa

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Jumat, 31/05/2019 15:37 WIB
Tips Aman Mengemudi Mudik Lewat Satu Arah Tol Trans Jawa Tol Trans Jawa sudah bisa dilalui pemudik. (Foto: CNN Indonesia/Jonathan Patrick)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian menerapkan sistem satu arah (one way) di Tol Trans Jawa KM 70 gerbang Tol Dawuan hingga menuju KM 263 Brebes Barat mulai Kamis (30/5), sampai 2 Juni 2019. Sistem ini berlaku pukul 08.00 WIB hingga 21.00 WIB, sementara pukul 22.00 WIB - 06.00 WIB jalur berfungsi normal.

Penerapan sistem tersebut diketahui merupakan upaya pemerintah mengurai kemacetan, terlebih pada saat puncak arus mudik 2019. Sistem tersebut menjadi hal baru buat masyarakat, di mana satu arah diterapkan di jalan tol dengan jarak cukup jauh.

Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan penerapan sistem ini mulanya pasti akan membuat pemudik, terutama pengemudi, merasa kagok. Sebab, pengemudi harus meninggalkan kebiasaannya saat berada di jalur normal tol.


"Kelihatan simpel tapi itu seperti kita disuguhi mobil setir kiri. Ada kagok. Maka, biasakan diri dulu, terus jika sudah terbiasa baru bisa tambah kecepatan," kata Sony saat ditemui di Jakarta belum lama ini.

Ia mengatakan juga bahwa sebelum memasuki zona satu arah, pemudik harus mempersiapkan perjalanannya sebaik mungkin. Disarankan mempelajari rute yang bakal ditempuh agar perjalanan mudik tidak terasa melelahkan.

"Pelajari di mana keluarnya, terus di KM berapa saja tempat istirahatnya. Makanya perjalanan harus sangat matang," ucapnya.

Secara terpisah, Pengamat Keselamatan dari Pendiri dan Instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Palubuhu menyarankan meski satu arah, sebaiknya pengemudi tetap menggunakan jalur normal, bukan di ruas tol mengarah ke Jakarta.

Jusri beralasan bahwa jalur satu arah pada ruas tol Trans Jawa belum memadai infrastrukturnya. Menurut dia rambu-rambu lalu lintas pada ruas one way belum dipersiapkan.

"Karena kalau di kanan untuk balik (arah Jakarta), jadi kita seakan mengemudi tanpa rambu lalu lintas. Karena rambu yang terpasang semua menghadap terbalik," kata Jusri.

Hal lain yang harus diwaspadai saat melaju di ruas satu arah, yaitu lokasi pengisian bahan bakar atau rest area menjadi di sebelah kanan.

Pola pikir masyarakat Indonesia, menurut dia, sudah terbentuk memahami jalur kanan berfungsi untuk menambah kecepatan dan mendahului kendaraan lain. Namun saat berada di jalur satu arah, harus diingat hal itu sudah tidak berlaku sebab akan ada perlambatan lantaran keluar-masuk pemudik di rest area.

"Jadi ada kemungkinan terjadi hambatan kecepatan," kata Jusri.

Jusri mengimbau kepada seluruh pemudik pengguna jalur satu arah di Tol Trans Jawa untuk mengurangi kecepatan. Laju kendaraan disarankan 20 km per jam lebih lambat dari kecepatan ideal pada rambu.

"Misalnya yang di kiri (jalur normal) 100 km per jam, di kanan cukup 80 km per jam," kata Jusri.

Sebagai informasi, kepolisian juga akan menerapkan sistem yang sama pada arus balik lebaran 2019 mengarah ke Jakarta mulai 7-9 Juni pukul 12.00 WIB - 24.00 WIB. Sementara pada pukul 01.00 WIB - 11.00 WIB berlaku normal. (ryh/fea)