Boeing Berencana Pakai Simulasi Komputer untuk Tes Pesawat

CNN Indonesia | Senin, 17/06/2019 05:58 WIB
Boeing Berencana Pakai Simulasi Komputer untuk Tes Pesawat Ilustrasi (Joe Raedle/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Boeing Co dikabarkan bakal mengurangi ruang dan durasi tes fisik pesawat yang digunakan untuk sertifikasi laik terbang pesawat baru Boeing. Sebagai gantinya, perusahaan itu akan menggunakan simulasi komputer yang diklaim akan menghemat waktu dan biaya pengetesan pesawat.

Namun, dilansir dari Reuters, langkah Boeing itu terancam mendapat ganjalan. Terutama jika regulator dan anggota parlemen AS menganggap perusahaan itu memerlukan pengetesan lebih ketat. Terutama terkait dengan kecelakaan pesawat Boeing yaitu Lion Air JT-601 dan Ethiopian Airlanes.

Simulasi komputer ini, rencananya alam diterapkan pada pengujian maskapai 777X selama setahun. Metode ini disebut para insinyur Boeing bakal memotong jam pengujian pesawat di udara yang lama dan mahal.


Setelah itu, Boeing akan menyajikan hasil pengujian itu kepada Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA) sebagai bagian dari tahap sertifikasi.

Dikabarkan kelompok Uji dan Evaluasi Boeing tengah mengembangkan teknologi untuk menggantikan uji keamanan fisik pesawat secara intensif. Teknologi itu akan disematkan ada pesawat jet Boeing yakni NMA.

Di sisi lain, Juru Bicara Boeing Paul Bergman menolak mengomentari strategi pengujian perusahaan untuk maskapai 777X dan NMA. Namun, Bergman mengatakan Boeing akan melihat secara holistik usai 737 MAX mengalami kecelakaan di Indonesia dan Ethiopia.

"Langkah ini dimaksudkan untuk membentuk dewan baru untuk meninjau desain end-to-end dan proses sertifikasi [pesawat] kami," kata dia.

Seperti MAX, 777X dan NMA merupakan maskapai andalan Boeing yang bakal bersaing dengan Airbus SE dan akan memengaruhi cara Boeing untuk memproduksi serta mensertifikasi pengganti 737 MAX.

Sementara itu, CEO Boeing Dennis Muilenberg memuji upaya perusahaannya untuk memangkas ruang lingkup dan durasi pengujian penerbangan pesawat baru Boeing pada Februari 2018 di sebuah konferensi industri.

Saat ditanya kantor berita Reuters terkait 'pemangkasan' tersebut, Boeing menolak untuk menguraikan maksud dari pernyataan Muilenberg itu. Perusahaan menilai langkah yang tengah direncanakan kali ini dimaksud untuk memperluas penggunaan analisis digital saat melakukan pengujian fisik pesawat.

Tak hanya Boeing, Airbus juga tengah mengupayakan untuk mengambil langkah untuk mengembangkan metode teknik komputerisasi dan alat-alat yang berteknologi virtual guna meningkatkan efisiensi pengujian maskapai.

Oleh sebab itu, Boeing percaya bahwa teknologi baru yang sedang digarap perusahaan untuk uji terbang maskapai diklaim bakal lebih aman meskipun membutuhkan biaya yang cukup besar. (din/eks)