Menurut sumber yang diwawancarai Reuters, para eksekutif Intel dan Xilinx Inc sempat menghadiri pertemuan dengan Departemen Perdagangan pada akhir Mei lalu guna membahas hal itu. Tak hanya Intel dan Xilinx, Qualcomm pun ikut mendesak pemerintah untuk mengurangi larangan memasok teknologi kepada Huawei.
Para produsen cip berpendapat bahwa perangkat milik Huawei seperti ponsel pintar dan server komputer menggunakan suku cadang yang tidak mungkin menimbulkan masalah keamanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini [desakan untuk mengurangi larangan penjualan cip] bukan tentang membantu Huawei. Ini demi mencegah kerusakan pada perusahaan-perusahaan [teknologi] Amerika," kata salah seorang sumber kepada Reuters.
"Mereka melakukannya dengan keinginan mereka sendiri karena Huawei adalah salah satu pelanggan mereka," jelas Williamson.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Intel dan Qualcomm sempat berencana untuk memutuskan hubungan mereka dengan Huawei segera. Seorang karyawan dari salah satu perusahaan pembuat cip tersebut mengatakan bahwa perusahaannya bakal membekukan penawaran pasokan mereka dengan Huawei.
Menanggapi hal itu, Huawei kini dikabarkan telah mempersiapkan kemungkinan buruk dengan cara menimbun cip dari pemasok AS untuk bertahan setidaknya tiga bulan. Langkah ini dinilai cukup berguna untuk mengetahui apakah tindakan yang dilakukan oleh sejumlah perusahaan teknologi raksasa dunia merupakan taktik untuk menakut-nakuti. (din/eks)