Paten itu didaftarkan pada 31 Mei lalu di World Intellectual Property. Paten perangkat yang didaftarkan menunjukkan ponsel dengan tiga model. Ketiga model ini sama-sama menempatkan layar ponsel di bagian luar lipatan. Tidak sama dengan Mate X yang melipat ke dalam, sehingga bisa melindungi layar dari benturan.
Model A adalah ponsel dengan layar penuh yang kedua layarnya bisa dilipat saling bertumpuk di belakang ponsel. Jika kedua sisi dibentangkan, maka tampilan layar menjadi tablet. Tidak tampak adanya kamera di bagian depan ponsel ini. Sehingga diperkirakan kamera depan akan dibenamkan di bawah layar. Tapi, teknologi ini sepertinya tidak akan hadir dalam waktu dekat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Layar ponsel ini juga disebut bakal menempel dengan bodi menggunakan magnet. Kedua layar bakal melipat ke belakang dengan bantuan engsel yang ditempatkan di kedua sisi ponsel, seperti disebutkan GizmoChina.
Dalam waktu dekat, diperkirakan Huawei akan mengeluarkan ponsel lipat dengan modul tipis di bagian atas untuk menempatkan kamera depan dan berbagai sensor. Dalam wawancara Maret lalu, Walter Li Direktur Divisi Telepon Huawei menyebut perusahaannya akan meluncurkan ponsel lipat dengan harga setara dengan ponsel kelas menengah, seperti dilaporkan Lets Go Digital, media asal Belanda.
Namun, hingga saat ini masih belum ada kejelasan sistem operasi apa yang akan digunakan oleh ponsel-ponsel Huawei ini. Sebab, perusahaan asal China itu kini tengah dilanda kesulitan akibat perang dagang dengan Amerika Serikat (AS). Akibatnya, Google tak bisa lagi memasok Android untuk perangkat ponsel Huawei, begitu juga dengan pembuat chipset dan perangkat keras asal AS lainnya. (eks/eks)