Mate X Ditunda, Huawei Patenkan Model Ponsel Lipat Baru

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Selasa, 18/06/2019 23:11 WIB
Mate X Ditunda, Huawei Patenkan Model Ponsel Lipat Baru Ilustrasi (REUTERS/Jason Lee)
Jakarta, CNN Indonesia -- Huawei dilaporkan tengah memasukkan paten ponsel lipat anyar. Padahal perusahaan itu baru saja menunda peluncuran Mate X. Huawei menyebut membutuhkan waktu lebih lama untuk mengetes ponsel lipat tersebut.

Paten itu didaftarkan pada 31 Mei lalu di World Intellectual Property. Paten perangkat yang didaftarkan menunjukkan ponsel dengan tiga model. Ketiga model ini sama-sama menempatkan layar ponsel di bagian luar lipatan. Tidak sama dengan Mate X yang melipat ke dalam, sehingga bisa melindungi layar dari benturan.

Model A adalah ponsel dengan layar penuh yang kedua layarnya bisa dilipat saling bertumpuk di belakang ponsel. Jika kedua sisi dibentangkan, maka tampilan layar menjadi tablet. Tidak tampak adanya kamera di bagian depan ponsel ini. Sehingga diperkirakan kamera depan akan dibenamkan di bawah layar. Tapi, teknologi ini sepertinya tidak akan hadir dalam waktu dekat.


Pada model B, ponsel dilengkapi dengan tambahan modul perangkat keras di bagian atas. Layar juga dilipat di kedua sisi dan saling bertumpuk di belakang.

Sementara pada model C, ditambahkan modul di bagian atas dan bawah ponsel. Modul bagian atas berisi kamera dan sensor lainnya. Sementara modul bagian bawah berisi tombol. Pada model C, layar bisa didudukkan dan dilipat vertikal. Ponsel juga bisa dilipat sebagian pada model C, sehingga ponsel ada di mode desktop.

Tambahan perangkat ini berisi kamera depan dan sejumlah sensor lain. yang memiliki lipatan ganda. Sehingga, perangkat ini memiliki model ponsel, tablet, dan perangkat yang bisa ditaruh di meja dengan dudukan vertikal.

Layar ponsel ini juga disebut bakal menempel dengan bodi menggunakan magnet. Kedua layar bakal melipat ke belakang dengan bantuan engsel yang ditempatkan di kedua sisi ponsel, seperti disebutkan GizmoChina.

Disamping perbedaan-perbedaan itu, ketiganya memiliki kesamaan berikut, tombol power di bagian atas ponsel, dan di bagian bawah ponsel terdapat port untuk melakukan pengisian daya.

Dalam waktu dekat, diperkirakan Huawei akan mengeluarkan ponsel lipat dengan modul tipis di bagian atas untuk menempatkan kamera depan dan berbagai sensor. Dalam wawancara Maret lalu, Walter Li Direktur Divisi Telepon Huawei menyebut perusahaannya akan meluncurkan ponsel lipat dengan harga setara dengan ponsel kelas menengah, seperti dilaporkan Lets Go Digital, media asal Belanda.

Namun, hingga saat ini masih belum ada kejelasan sistem operasi apa yang akan digunakan oleh ponsel-ponsel Huawei ini. Sebab, perusahaan asal China itu kini tengah dilanda kesulitan akibat perang dagang dengan Amerika Serikat (AS). Akibatnya, Google tak bisa lagi memasok Android untuk perangkat ponsel Huawei, begitu juga dengan pembuat chipset dan perangkat keras asal AS lainnya. (eks/eks)