Google dan Astronom AS Temukan Dua Planet Baru Pakai AI

Tim CNN Indonesia, CNN Indonesia | Jumat, 29/03/2019 17:52 WIB
Google dan Astronom AS Temukan Dua Planet Baru Pakai AI Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah astronom Universitas Texas AS bekerja sama dengan Google menemukan dua planet tersembunyi pada arsip teleskop ruang angkasa Kepler menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

Dilansir dari SpaceRef, untuk menemukan dua planet tersebut, tim astronom yang dipimpin oleh Anne Dattilo ini menciptakan algoritma yang dapat menyaring data dari teleskop Kepler.

Proses tersebut juga akan membantu para astronom untuk menemukan lebih banyak planet yang terlewatkan yang bersembunyi di data Kepler.


Dattilo menjelaskan bahwa proyek ini memerlukan algoritma baru karena data yang diambil selama misi Kepler K2 ini berbeda secara signifikan dari yang dikumpulkan selama misi Kepler berlangsung.
"AI akan membantu kita mencari data secara urut. Jika kita ingin mengetahui jumlah total planet, kita harus tahu berapa banyak planet yang kita temukan tetapi kita juga harus tahu berapa banyak planet yang kita lewatkan," kata salah satu astronom Universitas Texas, Andrew Vanderburg.

Astronom menamai kedua planet tersebut K2-293b dan K2-294b. Planet K2-293b mengorbit bintang selama 1.300 tahun cahaya di konstelasi Aquarius sedangkan K2-294b mengorbit bintang selama 1.230 tahun cahaya yang juga terletak di konstelasi Aquarius.

Sebelumnya, pada Oktober 2018 NASA telah memutuskan untuk menghentikan teleskop ruang angkasa Kepler K2 setelah 9 tahun berada di ruang angkasa untuk mengumpulkan data soal planet tersembunyi.

Kepler meninggalkan beberapa temuan penting salah satunya Kepler berhasil menemukan 2.600 planet di luar tata surya, beberapa di antaranya dapat menjadi tempat yang menjanjikan bagi kehidupan manusia.
"Sebagai misi berburu planet pertama NASA, Kepler telah melampaui semua harapan kami dan membuka jalan bagi eksplorasi dan pencarian kehidupan di tata surya," kata Associate Administrator Direktorat Misi Sains NASA, Thomas Zurbuchen dikutip NASA.

Analisis terbaru dari penemuan Kepler menyimpulkan bahwa 20 hingga 50 persen bintang yang terlihat di langit malam, cenderung memiliki planet yang kecil dan terletak di dalam zona layak huni. (din/age)