Nasib Ponsel Huawei di Jakarta di Tengah Tensi AS-China

CNN Indonesia | Kamis, 04/07/2019 20:06 WIB
Nasib Ponsel Huawei di Jakarta di Tengah Tensi AS-China Ilustrasi. (Foto: AFP PHOTO / LLUIS GENE)
Jakarta, CNN Indonesia -- Keputusan Presiden AS Donald Trump untuk menahan perang dagang dengan AS berimbas pada penjualan produk ponsel Huawei. Di luar China, penjualan ponsel Huawei dikabarkan mengalami penurunan.

Sementara itu saat CNNIndonesia.com bertandang ke Mall Ambassador, Jakarta Selatan sejumlah penjual mengatakan penjualan ponsel Huawei di toko mereka terhitung stagnan.

Maulana (30) pedagang di Welcomm Shop menyebut penjualan ponsel Huawei di tokonya tidak mengalami penurunan ataupun kenaikan, malah menurutnya cederung 'biasa saja'.


"Penjualannya [ponsel Huawei] biasa aja. Masih ada pembeli yang datang ke sini cari HP Huawei tapi enggak begitu banyak," tuturnya kepada CNNIndonesia.com, Kamis (4/7).

Kendati demikian, Maul (begitu ia biasa dipanggil) tidak menyebutkan angka pasti presentase penjualan ponsel Huawei saat ini.

Di sisi lain, ia beranggapan harga ponsel Huawei relatif tinggi. Menurutnya jika ponsel Huawei yang dipasarkan di Indonesia dibanderol murah, maka kemungkinan bisa ramai peminat.

"Kalau ponsel Huawei dipatok murah, menurut saya penjualan akan naik. Tapi pembeli harus terima konsekuensi karena setahu saya nantinya Huawei tidak didukung Android," ucapnya.

[Gambas:Video CNN]

Senada, Imron (47) karyawan Bintang Cellular mengaku efek perang dagang AS-China tidak berpengaruh signifikan terhadap penjualan ponsel merek Huawei di tokonya.

Bahkan ia menilai selama dua tahun sejak ia menjual ponsel Huawei, penjualannya tergolong sepi peminat.

"Dari dua tahun lalu jual HP Huawei, relatif [angka penjualannya]. Kadang turun, kadang naik tapi saya akui HP Huawei di sini enggak begitu laku. Sehari cuma kejual tiga unit, mungkin di toko lain banyak peminatnya kalau di toko saya relatif sepi," tuturnya.

Ponsel Huawei yang dipasarkan di Mall Ambassador dijual dengan harga variatif mulai dari Rp2,8 juta hingga lebih dari Rp10 juta.

Huawei P20 dibanderol Rp12 juta, Huawei P30 Pro Rp11,5 juta, Huawei P30 Rp9 juta, Huawei P30 Lite Rp4 juta, dan Huawei Y7 Pro (2019) Rp2,8 juta.

Perang dagang antara AS-China dilaporkan berpengaruh terhadap angka penjualan ponsel Huawei di luar Negeri Bambu. Terhitung hingga Mei 2019, Huawei telah mengapalkan 100 juta ponsel pintar. Namun angka penjualan dilaporkan menurun 40 persen di luar China hingga Juni lalu.

Imbas dari tensi perang dagang juga membuat harga jual Huawei P30 Pro turun drastis di pasar Eropa. Ponsel flagship Huawei P30 Pro di Eropa yang semula dibanderol Rp15,9 juta terjun bebas menjadi Rp1,5 juta setelah AS memasukkan Huawei dalam daftar hitam bisnis. (din/evn)