BTS Sinyal Bisa Bertahan 3-5 Jam Setelah Listrik Padam

cnnindonesia, CNN Indonesia | Senin, 05/08/2019 17:47 WIB
BTS Sinyal Bisa Bertahan 3-5 Jam Setelah Listrik Padam Ilustrasi (CNN Indonesia/Susetyo Dwi Prihadi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Warganet mempertanyakan soal ketersediaan genset pada menara BTS layanan telekomunikasi ikut terganggu ketika listrik padam di Jakarta, Banten, Jawa Barat, hingga Jawa Tengah pada Minggu (4/8). Mereka mempertanyakan ketersediaan genset untuk mendukung pasokan listrik pada tiap BTS tersebut.










Sebagian warga mengeluhkan soal jaringan Telkomsel di wilayahnya mati dalam waktu kurang dari 3 jam sejak listrik padam. Hal ini seperti diungkap Muhammad Ikhsan, pegawai swasta.

"Saya pakai Telkomsel, tapi kemarin langsung hilang sinyal. Jam 12 sudah hilang," tuturnya.

Media Relation Manager Telkomsel, Singue Kilatmaka menyebut hal ini bukan kejadian masif dan tidak semua lokasi terdampak. Sehingga menurutnya masih diselidiki penyebabnya.

"Masih diinvertaris penyebabnya apa, karena ngga masif kejadiannya," jelasnya ketika dihubungi lewat pesan teks, Senin (5/8).

Menanggapi hal ini, Ia mengatakan tiap menara BTS perusahaannya sudah dilengkapi dengan baterai cadangan. Baterai ini digunakan tidak hanya ketika listrik mati, tapi juga ketika daya PLN turun. Namun, kapasitas daya listrik yang bisa disediakan baterai terbatas.

"Baterai ini biasanya bukan solusi jangka panjang. Jika supply listrik matinya lama, biasanya baterai sanggup untuk backup sekitar 3 sampai dengan 5 jam, bergantung kapasitas tiap BTS-nya juga," jelasnya

Singue menjelaskan baterai cadangan ini pasti ada di tiap BTS. Karena operator juga perlu mengantisipasi gangguan pasokan listrik baik karena pemadaman massal ataupun antisipasi gangguan lokal saja.

Lebih lanjut, selain dilengkapi baterai cadangan, sebagian besar BTS juga sudah dilengkapi dengan mobile genset (pembangkit listrik yang terintegrasi dengan trailer). Genset yang tidak ditempatkan di setiap BTS ini digunakan untuk antisipasi listrik padam dalam waktu cukup lama atau membutuhkan power yang lebih besar.

Dihubungi terpisah, General Manager Corporate Communication PT XL Axiata Tbk Tri Wahyuningsih mengungkapkan tidak semua BTS dilengkapi dengan generator yang menjadi alternatif sebagai sumber listrik BTS.

"Tidak mungkin 100 persen BTS diberikan genset," tulisnya ketika dihubungi Senin (8/5).

Sehingga menurutnya ketika cadangan daya suatu BTS mati, hal itu akan berpengaruh pada performa layanan telekomunikasi. Hal ini yang menyebabkan beberapa pengguna XL mengeluhkan hilang sinyal saat insiden lampu mati di sejumlah wilayah di Indonesia.

"Jaringan yang menjangkau suatu daerah bisa jadi disediakan oleh BTS yang hidup dan berlokasi jauh, sehingga pengguna yang mengakses layanan dari BTS tersebut jumlahnya berkali-kali lipat dari biasanya. Dan hal ini menyebabkan penurunan kualitas dari BTS tersebut," imbuh Tri.

Untuk mengantisipasi pemadaman listrik bergilir yang akan dilakukan hari ini (Senin (5/8), Telkomsel mengklaim telah menyiapkan perangkat pendukung untuk menstabilkan pasokan listrik.

Perangkat baterai dan mobile back up power/mobile genset sudah disiagakan di seluruh titik, terutama untuk mengantisipasi jika akan ada rencana pemadaman bergilir oleh PLN. (eks/mik)