5,2 Juta Pengguna Rela Membayar Buat Main Tinder

jnp, CNN Indonesia | Jumat, 09/08/2019 05:39 WIB
5,2 Juta Pengguna Rela Membayar Buat Main Tinder Ilustrasi aplikasi Tinder (REUTERS/Mike Blake)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aplikasi kencan populer, Tinder mencatat 5,2 juta pelanggan berbayar dengan tambahan 503 ribu pelanggar berbayar baru pada kuartal kedua 2019. Ini berarti hampir 10 persen pengguna Tinder rela membayar untuk menjadi pengguna premium. Penambahan jumlah pengguna berbayar membuat saham perusahaan induk Tinder, Match Group meroket ke rekor tertinggi.

Dilansir dari New York Post, saham perusahaan melonjak sebanyak 29 persen dalam perdagangan intraday sebelum mengakhiri berakhir dengan angka 24 persen, menjadi US$ 91,77 per saham.

Angka ini melebihi perkiraan para analis yang memperkirakan Tinder hanya bisa menggaet 392 ribu pengguna pada kuartal kedua 2019.


Pertumbuhan Tinder mendorong pendapatan untuk semua aplikasi kencan miliki Match Group seperti Hinge, Match, OkCupid dan ke angka US$498 juta atau sekitar Rp 7 triliun. Angka ini melampaui ekspektasi analis sebesar US$489 juta atau sekitar Rp6,9 triliun.

Ketua Eksekutif Match Mandy Ginsberg menyebut kinerja kuat Tinder di Jepang, di mana unduhan aplikasi meningkat 60 persen. Ia mengatakan Tinder siap untuk tumbuh lebih karena popularitas kencan online meningkat.

Ia juga menyebut 40 persen hubungan orang Amerika sekarang dimulai secara online.

"Kami sangat yakin tren ini siap untuk menyapu pasar Asia dan Timur Tengah juga," ujar Ginsberg.

Dilansir dari Bloomberg, monetisasi aplikasi kencan ini masih sangat awal. Pasalnya masih ada 600 juta orang single di dunia apabila dibandingkan dengan pelanggan berbayar Tinder dengan Angka 5,2 juta.

"Pasar internasional terus mendorong pertumbuhan tetapi merek non-Tinder turun tiga pada kuartal tersebut dan Match akan membutuhkan merek lain untuk berkontribusi agar dapat mempertahankan pertumbuhan beberapa tahun, kata Analis Brent Hill. (eks/eks)