Pasalnya, sebagian besar wilayah pun masih belum tersentuh oleh infrastruktur seperti jalan raya atau listrik. Pemerintah sendiri memiliki program Universal Service Obligation atau USO yang mengharuskan operator menyetor 1,25 persen dari pendapatan kotor kepada pemerintah.
Setoran ini digunakan untuk membangun BTS di lokasi 3T yakni terluar, terdalam dan terpencil. XL Axiata menceritakan kondisi BTS USO dari mulai potensi hingga tantangan pembangunan di wilayah 3T.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasalnya, lokasi USO yang berada di kawasan 3T masih sulit dijangkau transportasi biasa.
"Kalau sudah satelit kan terbatas kapasitasnya. Kami berusaha mungkin 2-3 tahun lagi sesuai perkembangan masyarakat dan sebagainya sudah makin mendekati (kabel fiber) daerah-daerah (BTS) USO," ujarnya.
Tapi, ternyata di balik lokasi 3T tersebut potensi pelanggan masih banyak. Pasalnya, XL tengah melihat potensi BTS USO yang bisa diubah menjadi macrosite jika pendapatan yang dihasilkan cukup besar.
"Sebenarnya kami saat membangun mengharapkan bisa menjadi komplimen terhadap jaringan yang sudah ada. USO itu kan di wilayah terpencil. Mungkin sekarang terpencil, tetapi masa tidak ada yang nanti bisa berkembang menjadi site biasa, bukan USO," tambahnya.
Di kawasan Nusa Tenggara Barat (NTB) saat ini XL memiliki 8 BTS USO, yakni 2 BTS di Lombok serta 6 BTS di Sumbawa. Untuk BTS USO di Sumbawa terdapat di tiga kabupatenya itu Kabupaten Bima, Kabupaten Sumbawa, dan Kabupaten Sumbawa Barat.
Hingga saat ini tercatat lebih dari 3.000 pelanggan baru di wilayah tersebut telah memanfaatkannya.Saat ini di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat, XL Axiata memiliki lebih dari 4.900 BTS termasuk lebih dari 3.000 BTS data (3G/4G).
Operator seluler grup Axiata ini memiliki komitmen untuk membangun 500 titik baru USO pada periode 2019-2020. Khusus 2019, XL akan membangun 250 titik BTS USO. Pada titik yang telah ditentukan oleh pemerintah tersebut, mayoritas berada di wilayah Maluku dan Papua.
"USO itukan memang komitmen kami untuk membangun jaringan, sebagian besar berada di Indonesia Timur seperti Papua," pungkas Gede.
(age/age)