XL Sebut Layanan SMS dan Telepon di Papua Pulih

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 30/08/2019 14:52 WIB
XL Sebut Layanan SMS dan Telepon di Papua Pulih Kerusuhan yang sempat terjadi di Jayapura, Kamis (29/8). (Foto: ANTARA FOTO/Indrayadi TH)
Jakarta, CNN Indonesia -- XL Axiata menyatakan layanan pesan singkat (SMS) dan telepon di Papua dan Papua Barat sudah kembali normal pada Jumat (30/8). Group Head Corporate Communication XL Axiata Tri Wahyuningsih mengakui layanannya sempat terganggu karena listrik mati.

Perempuan yang kerap disapa Ayu juga menjelaskan BTS di daerah lain di yang tidak terdampak pemadaman listrik tetap beroperasi dengan normal.

"Saat ini listrik di Jayapura telah kembali hidup sehingga seluruh layanan XL Axiata di Jayapura juga telah kembali normal dan dapat digunakan oleh pelanggan untuk berkomunikasi kembali. Kemarin beberapa BTS XL Axiata di Jayapura terkena pemadaman listrik sehingga berakibat layanan kepada pelanggan sempat terganggu," ujar Ayu melalui keterangan resmi, Jumat (30/8).


Ayu pun kembali menegaskan bahwa pihaknya tidak dengan sengaja mematikan jaringan SMS atau telepon akibat aksi demo massa yang menyebabkan kantor Telkom Indonesia dibakar pada Kamis (29/8) kemarin.

"Dapat kami pastikan bahwa XL Axiata tidak mematikan jaringan SMS atau telepon, terganggunya SMS dan telepon dikarenakan beberapa BTS mengalami pemadaman listrik di area Jayapura," pungkas Ayu.

Sementara itu, Telkomsel juga menyatakan bahwa layanan pesan singkat (SMS) dan telepon hari ini berangsur normal di Papua dan Papua Barat. 

VP corporate communication Telkomsel, Denny Abidin mengatakan hingga Jumat pagi layanan SMS dan telepon berangsur-angsur pulih.

"Saat ini layanan telepon dan SMS Telkomsel di sejumlah titik di Papua sudah berangsur pulih. Telkomsel terus berupaya melakukan percepatan pemulihan layanan telepon dan SMS secara optimal," jelasnya.

Sebelumnya, Menkominfo Rudiantara menerangkan matinya seluruh layanan telekomunikasi di Papua terjadi karena ada pihak yang memotong kabel utama jaringan optik Telkom. Berbeda dengan layanan SMS dan telepon yang mulai pulih, hingga  kini layanan data di Papua dan Papua Barat masih diblokir pemerintah.

"Yang terjadi di Jayapura, ada yang memotong kabel utama jaringan optik Telkomsel yang mengakibatkan matinya seluruh layanan komunikasi," ujar Rudiantara dalam keterangan tertulis, Kamis (29/8).

Ayu pun kembali menegaskan bahwa pihaknya tidak dengan sengaja mematikan jaringan SMS atau telepon akibat aksi demo massa yang menyebabkan kantor Telkom Indonesia dibakar pada Kamis (29/8) kemarin.

"Dapat kami pastikan bahwa XL Axiata tidak mematikan jaringan SMS atau telepon, terganggunya SMS dan telepon dikarenakan beberapa BTS mengalami pemadaman listrik di area Jayapura," pungkas Ayu.

Senada, Telkomsel juga menyatakan bahwa layanan pesan singkat (SMS) dan telepon hari ini berangsur normal di Papua dan Papua Barat. 

VP corporate communication Telkomsel, Denny Abidin mengatakan hingga Jumat pagi layanan SMS dan telepon berangsur-angsur pulih.

"Saat ini layanan telepon dan SMS Telkomsel di sejumlah titik di Papua sudah berangsur pulih. Telkomsel terus berupaya melakukan percepatan pemulihan layanan telepon dan SMS secara optimal," jelasnya.

Sebelumnya, Menkominfo Rudiantara menerangkan matinya seluruh layanan telekomunikasi di Papua terjadi karena ada pihak yang memotong kabel utama jaringan optik Telkom. Berbeda dengan layanan SMS dan telepon yang mulai pulih, hingga  kini layanan data di Papua dan Papua Barat masih diblokir pemerintah.

"Yang terjadi di Jayapura, ada yang memotong kabel utama jaringan optik Telkomsel yang mengakibatkan matinya seluruh layanan komunikasi," ujar Rudiantara dalam keterangan tertulis, Kamis (29/8).

[Gambas:Video CNN] (din/evn)