Pengamat Dorong Pemerintah Lawan Balik Isu Hoaks Papua

cnnindonesia, CNN Indonesia | Kamis, 05/09/2019 17:33 WIB
Pengamat Dorong Pemerintah Lawan Balik Isu Hoaks Papua Ilustrasi (CNN Indonesia/Farida Noris)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengamat media sosial, dari Drone Emprit, Ismail Fahmi mendorong pemerintah untuk melawan isu hoaks Papua Barat yang banyak menyebar di internet. Menurutnya, pernyataan hoaks dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) saja tidak cukup.

Dari hasil analisis penyebaran hoaks menggunakan perangkat lunak Drone Emprit di Twitter, hoaks yang banyak beredar terkait dengan propaganda untuk mendukung pembebasan Papua Barat.

Lebih lanjut, menurutnya propaganda ini juga memanfaatkan isu kerusuhan dan pemblokiran internet di Papua untuk makin membesarkan isu yang mereka usung.


"Saya perhatikan banyak propaganda yang diajukan dalam bahasa Inggris oleh akun Veronica Koman, Free West Papua. Hal ini sebenarnya sudah dilakukan bertahun-tahun dan konsisten," tuturnya saat dihubungi via telepon, Rabu (4/9/2019).

Menurutnya propaganda internasional terkait Papua Barat ini sangat gencar dan sudah dilakukan selama bertahun-tahun. Namun, pemerintah seperti tidak ada perlawanan.




"Belum ada kontra narasi yang cukup dari pemerintah. Upaya masih sangat minim [...] Kita masih gagap dalam perang naraasi internasional," tegasnya.

Jika hal ini dibiarkan menurut Ismail akan berbahaya bagi kesatuan NKRI. Sebab, jika isu ini semakin besar, bisa memancing aksi kontra Indonesia juga dari PBB dan negara lain.

"Karena banyak lembaga LSM lain akan menyerang memanfaatkan isu ini."

Menyusun kontra narasi

Kontra narasi ini menurut Ismail perli dilakukan dengan memberikan fakta yang benar terkait peristiwa-peristiwa yang terjadi di Papua.



"Selama ini fakta soal Free West Papua hanya dari sisi mereka, mereka akan ambil sisi negatif saja. Sementara publik perlu lihat dari dua sisi. (Tapi) dari pro NKRI belum muncul secara internasional. Ini pemerintah perlu beri perhatian," tandasnya.

Untuk itu, ia mendorong pemerintah untuk segera bertindak dengan melawan isu-isu kontra Indonesia ini di jagat maya.

Kontra narasi ini menurutnya harus dimulai dengan membuat konten sendiri yang pro Indonesia. Selain itu ia juga menyarankan agar isu ini tidak disebar menggunakan bot untuk menyebarluaskannya.

"Jangan pakai bot untuk mengamplifikasi. Harus menggunakan metode organik berbasis fakta yang bener, melakukan engagement," tuturnya.

Selain itu, narasi yang pro Indonesia ini menurutnya juga harus menghubungkan diri dengan akun-akun yang punya narasi anti-Indonesia dengan me-mention akun-akun anti Indonesia tersebut.


(eks)