Apple Benarkan Ada Situs Mata-matai Etnis Uighur

Reuters, CNN Indonesia | Minggu, 08/09/2019 05:10 WIB
Apple Benarkan Ada Situs Mata-matai Etnis Uighur Ilustrasi. (REUTERS/Aly Song)
Jakarta, CNN Indonesia -- Apple membenarkan bahwa etnis Uighur telah menjadi target mata-mata karena kelemahan keamanan iPhone.

Apple mengungkap serangan mata-mata tersebut terfokus ke area yang sempit dan mempengaruhi kurang dari selusin situs web yang berfokus pada konten komunitas Uighur. Apple menegaskan aksi spionase tersebut bukan peretasan massal pengguna iPhone seperti yang sempat diungkap oleh pengamat Google.

Dikutip dari Reuters, Apple mengatakan telah memperbaiki masalah ini pada Februari lalu dalam waktu 10 hari setelah diberitahukan oleh Google.


Apple mengatakan bukti menunjukkan bahwa serangan situs web hanya berlangsung dua bulan, bukan dua tahun seperti yang diungkap oleh peneliti Google.
"Posting Google, dikeluarkan enam bulan setelah tambalan iOS dirilis, menciptakan kesan yang salah tentang eksploitasi massal untuk memantau aktivitas pribadi seluruh populasi secara real time. Hal ini memicu ketakutan di antara semua pengguna iPhone bahwa perangkat mereka telah dikompromikan," jelas Apple.

Apple pun menegaskan hal tersebut tak pernah terjadi.

"Ini tidak pernah terjadi."

Dalam sebuah pernyataan, Google mengatakan mereka mendukung temuannya dan akan terus bekerja dengan Apple dan perusahaan lain untuk menemukan dan memperbaiki kekurangan dalam perangkat.

"Project Zero memposting riset teknis yang dirancang untuk memajukan pemahaman tentang kerentanan keamanan, yang mengarah pada strategi pertahanan yang lebih baik," kata Google dalam pernyataannya.
"Kami mendukung penelitian mendalam kami yang ditulis untuk fokus pada aspek teknis dari kerentanan ini."

Google dan Apple adalah saingan di pasar ponsel cerdas, di mana sistem operasi iOS dan Android mereka bersaing ketat. Tetapi tim peneliti Project Zero Google berfokus pada menemukan kelemahan keamanan yang serius dari berbagai perusahaan perangkat lunak dan perangkat keras, bukan hanya Apple.

Tahun lalu kelompok ini memainkan peran penting dalam menemukan kelemahan keamanan dalam chip yang dibuat oleh Intel Corp. Sebelumnya, pemerintah China diketahui menggandeng peretas untuk memata-matai kelompok etnis minoritas Uighur lewat situs yang diakses melalui perangkat Android dan iPhone yang digunakan.
Peneliti keamanan siber mengatakan peretas memasang alat untuk memonitor aktivitas pengguna di ponsel.

Peneliti dari Volexity mencatat beberapa situs bisa menginfeksi Android dan iPhone yang kemudian meretas dan mengambil data yang terdapat di dalamnya.

Tim peneliti menemukan setidaknya 11 situs web Uigur maupun Turkistan Timur yang dimanfaatkan pemerintah China untuk mengambil data privasi masyarakat Uighur.

(age/age)