SAFEnet Catat 11 Wilayah di Papua Masih 'Digelapkan' Kominfo

Tim, CNN Indonesia | Senin, 09/09/2019 11:46 WIB
SAFEnet Catat 11 Wilayah di Papua Masih 'Digelapkan' Kominfo Petugas menata sambungan listrik yang rusak di salah satu rumah warga yang terbakar di Jayapura, Papua, Sabtu (31/8/2019) (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Eksekutif Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet) Damar Juniarto mencuitkan ada 11 kabupaten/kota di Papua dan Papua Barat yang belum dibuka akses internet oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Melalui unggahannya, 11 kabupaten tersebut terdiri dari Sorong, Manokwari, Kabupaten Sorong, Biak Numfor, Jayapura, Deiyai, Pinai, Mimika, Yahukimo, Jayawijaya, dan Pegunungan Bintang.

"21 hari #PapuaDigelapkan yang warna hitam segera di #NyalakanLagi," cuit Damar melalui akun Twitter pribadinya, Minggu (8/9).


Guna mengkonfirmasi cuitan Damar itu, CNNIndonesia.com telah menghubungi pihak Kemenkominfo namun belum ada jawaban.
Sebelumnya, pada Jumat (6/9) pukul 22.30 WIT Kemenkominfo menyatakan telah membuka akses internet di wilayah Kabupaten Nabire dan Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua.

Total, 21 kabupaten di Provinsi Papua telah kembali dapat mengakses internet. Sebelumnya blokir akses internet di 19 kabupaten lain, yakni Kabupaten Keerom, Puncak Jaya, Puncak, Asmat, Boven Digoel, Mamberamo Raya, Mamberamo Tengah, Intan Jaya, Yalimo, Lanny Jaya, Mappi, Tolikara, Nduga, Supiori, Waropen, Merauke, Biak, Yapen, dan Kabupaten Sarmi dibuka pada Rabu (4/9).

Sementara itu untuk delapan kabupaten lain di Provinsi Papua dan tiga lainnya di Papua Barat, Kemenkominfo mengatakan pihaknya masih akan memantau perkembangan situasi.
Delapan kabupaten di Provinsi Papua itu adalah Kabupaten Mimika, Paniai, Deiyai, Jayawijaya, Pegunungan Bintang, Numfor, Kota Jayapura, dan Yahukimo. Di Provinsi Papua Barat, tiga kabupaten dan kota yang belum dibuka akses internetnya adalah Kota Manokwari, Kota Sorong dan Kabupaten Sorong.

Kemenkominfo pun kembali mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan informasi hoaks atau kabar bohong serta ujaran kebencian yang mengandung unsur SARA, hasutan melalui media apapun. (din/age)